BATU, RADAR BATU - Halo, Kalian para orang tua hebat dan produktif! Mengasuh anak memang penuh warna, ya. Di satu momen si kecil bisa jadi malaikat menggemaskan, tapi di momen berikutnya, mereka bisa tiba-tiba berguling di lantai sambil menangis kencang. Ya, apalagi kalau bukan tantrum.
Kondisi ini sering kali bikin para ibu dan ayah ikutan pusing, stres, bahkan emosi. Apalagi dengan adanya kebijakan pembatasan gawai seperti penonaktifan akun media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun si kecil yang telanjur adiksi dengan HP bisa mendadak ngamuk karena tidak bisa mengakses hiburan digital mereka lagi.
Baca Juga: Mengapa Kulit Terlihat Kusam Meski Skincare Sudah Mahal? Coba Cek Kebiasaan Ini
Tenang, Kalian tidak sendirian kok! Ada beberapa tips seru dan edukatif yang bisa langsung Kalian praktikkan saat menghadapi situasi menegangkan ini. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
1. Validasi Emosinya, Jangan Dimarahi Balik!
Saat anak mulai menjerit atau menangis, hal pertama yang wajib Kalian lakukan adalah memvalidasi emosi mereka. Ingat ya, jangan pernah memarahi atau membentak balik si kecil.
Coba jelaskan secara bertahap dengan nada suara yang tenang. Kalian bisa menggunakan pendekatan yang interaktif, seperti:
"Mama tahu kamu kesal karena tidak bisa main media sosial lagi. Tapi daripada kesal, yuk ikut Mama masak di dapur atau kita berkebun bersama!"
Cara ini membantu si kecil merasa didengarkan sekaligus mengalihkan perhatiannya ke aktivitas yang lebih positif.
2. Alihkan dengan Aktivitas Seru di Luar Rumah
Menatap layar HP dalam waktu lama tentu membosankan dan memicu emosi negatif saat gawai tersebut diambil. Solusinya, yuk ajak anak Kalian untuk beraktivitas di luar rumah!
Baca Juga: Cara Tidur Lebih Cepat Tanpa Bergantung pada Gadget
Kalian bisa mendaftarkan si kecil ke kelas olahraga bersama teman-temannya agar energinya tersalurkan dengan baik. Pilihan santai seperti piknik di taman atau sesederhana menemani Kalian berjalan kaki ke pasar tradisional juga bisa menjadi alternatif yang sangat menyegarkan pikiran mereka.
3. Turunkan Ego dan Sering-Sering Mengobrol
Mumpung momen liburan atau waktu santai di rumah tiba, manfaatkanlah untuk membangun komunikasi yang intens dengan anak. Sebagai orang tua, cobalah untuk menurunkan ego sedikit.
Dengarkan cerita, keluh kesah, atau imajinasi mereka dengan tulus. Dengan memosisikan diri sebagai sahabat terbaik mereka, anak akan merasa lebih aman dan nyaman, sehingga frekuensi tantrum pun perlahan bisa berkurang.
Menghadapi tantrum memang butuh kesabaran ekstra, tapi dengan trik yang tepat, Kalian pasti bisa melewatinya. Dari ketiga tips di atas, metode mana nih yang paling sering Kalian terapkan saat si kecil mulai rewel?
Editor : Aditya Novrian