Fenomena ini bermula dari unggahan akun TikTok @vokaliz_netizen yang dikenal sering membuat lagu berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan memanfaatkan komentar-komentar netizen sebagai bahan lirik. Lagu tersebut kemudian meledak setelah digunakan oleh sejumlah kreator konten dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Salah satu bagian yang paling mudah diingat adalah lirik “Buah apa yang paling manis? Buahlil” serta kalimat “My little bolu ketan” yang dianggap unik dan nyeleneh. Tidak sedikit pengguna media sosial mengaku lagu tersebut terus terngiang di kepala meski hanya mendengarnya beberapa kali.
Baca Juga: Makan Tengah Malam, Kebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kesehatan
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten humor sederhana dapat berkembang menjadi tren digital yang masif. Lirik yang tidak biasa, dipadukan dengan melodi ringan dan mudah diingat, membuat lagu tersebut cepat menyebar dari satu pengguna ke pengguna lain. Banyak warganet kemudian membuat versi remix, video reaksi, hingga parodi menggunakan audio yang sama.
Di sisi lain, viralnya lagu ini juga memunculkan berbagai tanggapan dari netizen. Sebagian menganggapnya sekadar hiburan ringan yang lucu, sementara sebagian lainnya menilai fenomena tersebut menunjukkan bagaimana tokoh publik kini sering menjadi bagian dari budaya meme di internet.
Meski menuai beragam respons, lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas digital dan teknologi AI mampu menciptakan tren hiburan baru yang cepat menyebar dan sulit dilepaskan dari ingatan pengguna media sosial.
Baca Juga: Kuliah atau Gap Year? Ini Hal yang Perlu Dipertimbangkan Siswa Kelas 12
Editor : Aditya Novrian