Ternyata fenomena ini bukan karena malas, melainkan ada penjelasan psikologis di baliknya.
Dalam dunia psikologi, kondisi tersebut dijelaskan melalui Self-Determination Theory atau Teori Penentuan Nasib Sendiri. Teori ini menyebut bahwa manusia memiliki tiga kebutuhan psikologis dasar yang memengaruhi motivasi dan semangat dalam bertindak, yaitu otonomi, kompetensi, dan keterkaitan.
Pertama adalah kebutuhan akan otonomi. Saat melakukan sesuatu atas kemauan sendiri, seseorang merasa memiliki kendali penuh terhadap keputusan yang diambil. Mulai dari kapan memulai, bagaimana cara mengerjakannya, hingga target yang ingin dicapai. Sebaliknya, ketika menerima perintah, sebagian orang merasa kebebasannya berkurang sehingga muncul perasaan terpaksa.
Kedua adalah kebutuhan akan kompetensi. Inisiatif biasanya muncul dari hal-hal yang memang disukai atau dikuasai. Karena merasa mampu, seseorang cenderung lebih percaya diri dan menikmati prosesnya. Tidak heran jika pekerjaan yang dipilih sendiri terasa lebih ringan dibanding tugas yang diberikan orang lain.
Ketiga adalah keterkaitan dengan tujuan pribadi. Aktivitas yang berasal dari keinginan sendiri umumnya memiliki makna tertentu bagi pelakunya. Misalnya belajar desain karena ingin menjadi freelancer, atau rutin berolahraga karena ingin hidup lebih sehat. Ketika tujuan tersebut terasa dekat dengan nilai hidup seseorang, motivasi pun meningkat secara alami.
Selain itu, psikolog juga menjelaskan bahwa inisiatif pribadi berkaitan dengan motivasi intrinsik, yaitu dorongan yang berasal dari dalam diri. Saat seseorang melakukan aktivitas yang disukai atau dipilih sendiri, otak akan melepaskan hormon dopamin yang memunculkan rasa senang, puas, dan termotivasi untuk mengulanginya.
Sebaliknya, ketika sesuatu dilakukan hanya karena tekanan atau perintah dari luar, motivasi yang muncul cenderung bersifat ekstrinsik. Akibatnya, aktivitas tersebut terasa lebih berat dan kurang menyenangkan.
Jadi, jika kamu merasa lebih bersemangat saat bergerak karena keinginan sendiri daripada karena disuruh, jangan langsung menyebut diri malas. Bisa jadi otakmu memang sedang merespons kebutuhan alami manusia untuk merasa memiliki kendali atas hidup dan pilihan yang dijalani.
Baca Juga: Siswa Kelas 12 Wajib Tahu, Ini Istilah Penting yang Sering Muncul Saat Seleksi Kuliah
Editor : Aditya Novrian