Penyebab Timbul Jerawat Hingga Breakout
Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol lebih tinggi yang memicu kelenjar minyak menghasilkan sebum berlebih. Minyak tersebut kemudian bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori hingga menyebabkan jerawat meradang.
Tidak sedikit mahasiswa mengaku wajah mereka mulai dipenuhi jerawat ketika memasuki masa deadline tugas, skripsi, hingga begadang menjelang ujian. Kondisi ini juga diperparah kebiasaan kurang minum air putih, konsumsi makanan instan, serta terlalu sering menyentuh wajah saat belajar.
Selain memicu produksi minyak berlebih, stres juga membuat daya tahan kulit menurun. Akibatnya, bakteri penyebab jerawat lebih mudah berkembang dan membuat breakout semakin parah, terutama di area pipi, dagu, dan dahi.
Baca Juga: Glamping di Kota Batu Jadi Pilihan Favorit untuk Healing dan Staycation
Kurang tidur menjadi salah satu faktor terbesar yang sering dialami anak muda. Begadang membuat proses regenerasi sel kulit terganggu sehingga wajah tampak kusam, sensitif, dan lebih mudah mengalami peradangan.
Dokter kulit juga menyebut pola hidup mahasiswa yang tidak teratur ikut memperburuk kondisi kulit. Banyak anak muda terlalu sibuk mengerjakan tugas hingga lupa membersihkan wajah atau tetap memakai makeup dalam waktu lama.
Untuk mengurangi breakout akibat stres, disarankan untuk mulai menjaga pola tidur, mengelola stres, dan menggunakan skincare sesuai kebutuhan kulit. Kandungan seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide dapat membantu mengurangi jerawat, tetapi pola hidup sehat tetap menjadi faktor utama agar kondisi kulit kembali stabil.
Baca Juga: Pasar Hewan Kurban Kota Batu Ambruk, Pedagang Siap Jual Rugi Usai Idul Adha
Editor : Aditya Novrian