Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Libur Panjang, Okupansi Hotel Stagnan

Rori Dinanda Bestari • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:57 WIB
OKUPANSI STAGNAN: Sejumlah hotel di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Batu masih tampak sepi kemarin (14/5).
OKUPANSI STAGNAN: Sejumlah hotel di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Batu masih tampak sepi kemarin (14/5).

BATU, RADAR BATU - Lonjakan volume kendaraan di pusat hiburan tak selalu berbanding lurus dengan okupansi bisnis akomodasi. Selama libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada pertengahan Mei ini, Kota Batu mencatat anomali pergerakan ekonomi pariwisata. Meski proyeksi kunjungan menyentuh angka 560 ribu orang, tingkat keterisian kamar hotel justru melandai dan terjebak di kisaran 50 hingga 60 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi membaca fenomena ini sebagai dampak pergeseran perilaku pelancong. Mayoritas wisatawan diduga berasal dari kawasan aglomerasi atau daerah terdekat. Mereka memilih skema wisata satu hari penuh (one day trip) tanpa perlu menyewa kamar.

“Banyak wisatawan yang menerapkan sistem tektok. Berangkat pagi, lalu langsung pulang pada sore atau malam harinya,” urai Sujud. Kondisi tersebut terekam gamblang pada pergerakan wisata rombongan. Dari estimasi 100 bus pariwisata yang masuk ke Kota Batu dalam sehari, hanya sekitar 30 armada yang memarkirkan penumpang untuk bermalam.

Baca Juga: Hamparan Bunga di Wisata Dusun Kuliner Jadi Spot Foto Favorit Saat Liburan

Sebanyak 70 persen sisanya langsung putar balik menuju kota asal. Pihaknya kini tengah mengkaji akar masalah lesunya angka menginap ini. Hipotesis utamanya mengarah pada pelemahan daya beli. Jarak libur panjang yang berdekatan dengan momen Lebaran dinilai telah menguras kantong kelas menengah.

Prioritas pengeluaran masyarakat pun mulai bergeser. “Masyarakat saat ini lebih rasional. Mereka harus menyisihkan uang untuk kebutuhan krusial, terutama persiapan masuk sekolah dan perguruan tinggi yang memakan biaya besar,” papar pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Selecta tersebut.

Baca Juga: Mengisi Long Weekend dengan Liburan ke Jatim Park? Ini Inspirasi Outfit yang Nyaman dan Stylish

Ironisnya, kelesuan perhotelan ini sangat timpang dengan realitas di sektor hiburan buatan. Destinasi wisata justru meraup untung besar. Sujud mencontohkan Taman Rekreasi Selecta yang mencatatkan lonjakan kunjungan hingga 200 persen dibandingkan hari biasa. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#one day trip #okupansi bisnis akomodasi #libur panjang #phri