Konten yang di-repost biasanya berupa video, tulisan, atau kutipan yang dianggap paling menggambarkan suasana hati mereka. Mulai dari rasa sedih, kecewa, jatuh cinta, hingga sindiran halus, semuanya sering disampaikan lewat unggahan ulang yang relate.
Fenomena ini semakin marak karena banyak anak muda merasa lebih nyaman menyampaikan emosi secara tidak langsung. Dibanding membuat unggahan pribadi, repost dianggap lebih aman dan tidak terlalu membuka diri di media sosial.
Baca Juga: DJ Cilik Guncang Panggung CFD Mbatu Sae Kota Batu
Selain menjadi tempat menyalurkan perasaan, repost juga sering digunakan sebagai bentuk kode kepada orang tertentu. Tidak sedikit pengguna media sosial berharap orang yang dituju memahami isi konten yang mereka bagikan ulang.
Hasil penelitian dalam Jurnal Kawistara menyebut aktivitas repost TikTok memiliki makna personal dan sosial bagi Gen Z. Kebiasaan tersebut dipengaruhi pengalaman emosional dan kebutuhan menyalurkan perasaan yang sulit diungkap secara langsung.
Penelitian itu juga menjelaskan bahwa repost digunakan sebagai bentuk katarsis emosional, yaitu cara seseorang melepaskan emosi agar merasa lebih lega dan tenang.
Di sisi lain, repost juga berkaitan dengan citra diri di media sosial. Konten yang dibagikan ulang sering menjadi gambaran kepribadian, selera, hingga nilai yang ingin ditunjukkan kepada orang lain.
Fenomena ini membuat media sosial perlahan berubah menjadi jurnal digital bagi banyak Gen Z. Melalui konten yang di-repost, seseorang dapat menunjukkan suasana hati dan identitas diri tanpa harus menjelaskan secara langsung.
Selain TikTok, kebiasaan ini juga semakin sering terlihat di Instagram dan X. Fitur seperti story repost, retweet, hingga membagikan ulang video menjadi cara cepat untuk mengekspresikan perasaan dalam dunia digital.
Hal tersebut menunjukkan bahwa cara generasi muda berkomunikasi kini semakin berubah. Jika dulu curhat dilakukan lewat tulisan panjang atau percakapan langsung, sekarang satu repost saja sering kali sudah cukup untuk mewakili isi hati seseorang.
Editor : Aditya Novrian