Paparan media sosial menjadi salah satu pemicu utama munculnya FOMO. Konten tentang gaya hidup, barang viral, hingga tren nongkrong membuat banyak anak muda merasa takut tertinggal dari lingkungan pergaulan mereka.
Akibatnya, tidak sedikit yang rela mengeluarkan uang demi tetap terlihat mengikuti tren. Mulai dari membeli skincare viral, outfit terbaru, hingga mencoba tempat makan yang sedang ramai dibicarakan di TikTok dan Instagram.
Baca Juga: Duel Adhim vs Alfi Mengerucut, Ini Kartu Truf Dua Kandidat Terkuat Sekda Batu
Kondisi ini sering kali membuat seseorang sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dorongan untuk ikut tren biasanya muncul karena rasa takut dianggap ketinggalan atau tidak relevan di lingkungan sosial.
Selain berdampak pada keuangan, FOMO juga dapat memengaruhi kondisi mental. Seseorang cenderung lebih mudah merasa cemas, tidak puas dengan diri sendiri, hingga terus membandingkan hidupnya dengan orang lain di media sosial.
Di sisi finansial, kebiasaan impulsif akibat FOMO dapat membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari. Banyak anak muda akhirnya kesulitan menabung karena uang lebih sering digunakan untuk memenuhi gaya hidup sesaat.
Meski begitu, fenomena ini sebenarnya bisa dikurangi dengan membatasi konsumsi media sosial dan mulai mengatur prioritas keuangan. Membiasakan diri membeli barang sesuai kebutuhan juga menjadi langkah sederhana untuk menghindari perilaku konsumtif.
Di tengah derasnya tren digital saat ini, penting bagi anak muda untuk lebih bijak dalam mengikuti gaya hidup. Tidak semua hal viral harus dimiliki, apalagi jika justru berdampak buruk pada kondisi finansial dan kesehatan mental.
Baca Juga: Sering Bertema CEO, Drama Cina Bikin Standar Jodoh Anak Muda Setinggi Langit
Editor : Aditya Novrian