Single “Sederhana” langsung mendapat perhatian penggemar. Setelah sebelumnya merilis Memori Baik pada 2024 lalu, Sheila On 7 kembali menghadirkan lagu dengan nuansa hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Judul “Sederhana” dipilih bukan tanpa alasan. Lagu ini menggambarkan kondisi banyak anak muda saat ini yang dinilai mulai sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan.
“Sekarang itu bias. Susah menerjemahkan mana yang keinginan dan mana yang benar-benar jadi kebutuhan,” ungkap Eros Sheila On 7 dalam press conference perilisan single tersebut.
Baca Juga: Menakar Kartu Truf Enam Jagoan Sekda, Adhim dan Alfi Dinilai Paling Rasional
Menariknya, lagu Sederhana ternyata sudah diselesaikan proses produksinya sejak 2024. Bersama “Memori Baik”, lagu ini direkam saat Sheila On 7 berada di Jepang melalui fasilitasi Sony Music Publishing untuk membuat sesi rekaman live.
Dalam proses tersebut, Sheila On 7 diketahui merekam empat lagu sekaligus. Namun hingga kini, baru dua lagu yang resmi dirilis ke publik. Band asal Yogyakarta itu memilih merilis karya secara bertahap dalam bentuk single dibanding langsung melepas satu album penuh.
“Pengalaman ini nggak sering untuk Sheila On 7, kayak bikin rekaman live di luar, meskipun bukan pertama kalinya juga,” ujar Duta saat press conference.
Meski proses rekaman utama dilakukan di Jepang, tahap penyempurnaan seperti mixing dan mastering untuk lagu “Sederhana” dikerjakan di Yogyakarta. Hal ini berbeda dengan “Memori Baik” yang proses mixing dan mastering-nya dilakukan di Jepang.
Kembalinya Sheila On 7 lewat karya baru menjadi momen spesial bagi para penggemar. Selama tiga dekade, band yang digawangi Duta, Eross Candra, dan Adam Muhammad Subarkah itu dikenal konsisten menghadirkan lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan pendengarnya.
Di media sosial, lagu “Sederhana” juga mendapat respons positif. Banyak penggemar menilai Sheila On 7 masih mampu mempertahankan identitas musik mereka di tengah perubahan tren industri musik saat ini.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Soroti Vila dan Homestay Tak Berizin, Potensi Kebocoran PAD Dinilai Besar
Editor : Aditya Novrian