Awalnya, tren ini dipicu oleh faktor gaya dan estetika, di mana sekarang desain tumbler yang beragam dan menarik membuat banyak orang tertarik untuk menggunakannya.
Namun, di balik itu, membawa tumbler ternyata memiliki manfaat yang lebih besar. Berdasarkan laporan detikHealth, kebiasaan ini tidak hanya soal tren, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh di tengah aktivitas yang padat.
Baca Juga: Wisata Dusun Kuliner Batu, Ini Ragam Aktivitas yang Bisa Dinikmati Pengunjung
Kebiasaan ini penting karena tubuh membutuhkan asupan air yang cukup untuk menjaga fungsi organ, suhu tubuh, serta metabolisme.
Selain itu, penggunaan tumbler juga berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai yang menjadi masalah serius di Indonesia.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), timbunan sampah nasional 2024 mencapai 64 juta ton per tahun, dengan sekitar 12 % atau 7,68 juta ton merupakan sampah plastik.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menunjukkan bahwa sebagian besar sampah plastik berasal dari kemasan sekali pakai, termasuk botol minuman.
Dengan membawa tumbler sendiri, seseorang dapat mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan sekaligus menekan jumlah limbah plastik.
Dari sisi ekonomi, kebiasaan ini juga dinilai lebih hemat karena tidak perlu membeli air minum kemasan berulang kali.
Meski demikian, tidak sedikit yang masih menggunakan tumbler hanya sebagai bagian dari tren atau gaya hidup yang memamerkan tumbler branded.
Baca Juga: Minat KB Pria Naik, Pemkot Ajukan Tambahan Kuota Vasektomi
Namun, selama kebiasaan ini memberikan dampak positif, hal tersebut tetap menjadi langkah yang baik dan layak untuk terus dilestarikan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil, termasuk membawa tumbler sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Editor : Aditya Novrian