Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tak Boleh Dianggap Remeh, Ini Dampak Kebiasaan Nonton Video Pendek Berlebihan

Parahita Ade Kumala • Kamis, 23 April 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi brainrot  pada manusia (sumber foto: freepik)
Ilustrasi brainrot pada manusia (sumber foto: freepik)

BATU, RADAR BATU - Di era digital saat ini, video berdurasi singkat menjadi konsumsi harian banyak orang. Platform seperti TikTok, Instagram, hingga fitur YouTube Shorts menawarkan konten hiburan cepat yang mudah diakses kapan saja. Cukup dengan scrolling layar, pengguna bisa menonton puluhan hingga ratusan video dalam waktu singkat. Namun, di balik kemudahan dan keseruannya, kebiasaan ini ternyata menyimpan dampak yang tidak bisa dianggap remeh.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menonton video pendek secara berlebihan dapat memengaruhi fungsi otak. Ilmuwan dari Tianjin Normal University dan University of California Los Angeles menemukan bahwa individu yang mengalami kecanduan video pendek memiliki perbedaan struktur otak dibandingkan dengan mereka yang tidak. Perbedaan ini berkaitan dengan kemampuan kognitif, seperti fokus perhatian, proses belajar, hingga daya ingat.

Dalam penelitian tersebut, pemindaian otak dilakukan terhadap 112 responden berusia 17 hingga 30 tahun menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi video pendek yang berlebihan dengan penurunan fungsi kognitif. Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Baca Juga: 806 Botol Miras Ilegal Disita di Karaoke Songgokerto, Kota Batu

Fenomena ini bahkan dikenal dengan istilah brain rot atau pembusukan otak, yang merujuk pada kondisi ketika otak terbiasa menerima informasi instan dalam durasi singkat secara terus-menerus. Akibatnya, otak menjadi kurang terlatih untuk memproses informasi yang lebih kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipahami.

Salah satu faktor utama yang membuat video pendek begitu adiktif adalah sistem algoritma yang dipersonalisasi. Platform digital mampu menampilkan konten yang sesuai dengan minat pengguna secara terus-menerus, sehingga mendorong keinginan untuk terus menonton tanpa henti. Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan pun semakin panjang dan sulit dikontrol.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Produktivitas menurun, waktu istirahat berkurang, hingga kualitas interaksi sosial ikut terdampak. Selain itu, paparan konten secara terus-menerus juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah secara mental.

Baca Juga: Seleksi Sekda Kota Batu Masuk Tahap Krusial, Uji Gagasan hingga Tes Kesehatan Digelar Mei

Meski demikian, bukan berarti video pendek harus dihindari sepenuhnya. Kunci utamanya adalah penggunaan yang bijak dan terkontrol. Membatasi durasi menonton, mengatur waktu penggunaan gawai, serta tetap meluangkan waktu untuk aktivitas lain seperti membaca atau berolahraga dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan.

Di tengah derasnya arus konten digital, kesadaran untuk mengatur pola konsumsi menjadi hal penting. Sebab, di balik hiburan singkat yang terlihat ringan, terdapat dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai.

Baca Juga: Sehari di Batu, Ini Rute Kuliner Sekitar Alun-Alun Batu dari Sarapan hingga Makan Malam yang Wajib Dicoba

Editor : Aditya Novrian
#mental health #tiktok