BATU, RADAR BATU - Apa sih sebenarnya arti istilah seperti “core” hingga “era” yang belakangan ramai digunakan di media sosial? Mengapa kata-kata itu begitu cepat viral dan digunakan oleh kalangan Gen Z? Fenomena ini banyak ditemukan di platform seperti TikTok, terutama dalam berbagai konten yang sering muncul di FYP.
Istilah-istilah tersebut tidak sekadar menjadi bahasa gaul, tetapi juga berfungsi sebagai kata kunci untuk mengelompokkan konten, membangun suasana, hingga membuat video terasa lebih relatable. Tak heran, penggunaan istilah ini juga berperan dalam meningkatkan peluang konten masuk FYP (For You Page).
Berikut beberapa istilah yang sedang viral beserta penjelasannya:
Core
Istilah core digunakan untuk mendeskripsikan kumpulan momen, suasana, atau estetika tertentu yang memiliki ciri khas. Biasanya, konten ini berupa kompilasi video dengan tema yang sama, baik itu lucu, penuh kenangan, maupun menggambarkan kebiasaan tertentu.
Contohnya seperti “Lebaran core” yang berisi momen khas saat hari raya, “Timnas core” yang menampilkan sisi unik pemain sepak bola, hingga “Ramadhan core” yang berisi aktivitas seperti tarawih atau membuat kue. Secara umum, core berarti “inti”, tetapi kini di media sosial berkembang menjadi istilah untuk menggambarkan kumpulan konten dengan satu pembahasan.
Baca Juga: Tampil Beda dengan 5 Inspirasi Outfit Tema Hari Kartini yang Simpel dan Elegan ala Rania Yamin
Era
Kata era merujuk pada fase atau periode tertentu dalam kehidupan seseorang. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan, gaya hidup, atau kondisi emosional yang sedang dijalani.
Misalnya “healing era” saat seseorang fokus pada pemulihan diri, “flop era” ketika merasa kurang produktif, atau “butterfly era” yang menggambarkan masa jatuh cinta dengan perasaan berdebar. Ada juga “khiban era”, yaitu tren fashion hijab yang simpel dan stylish yang sedang populer di kalangan anak muda.
Manifest (Manifesting)
Istilah manifest berasal dari konsep law of attraction, yaitu keyakinan bahwa pikiran positif dapat membantu mewujudkan keinginan menjadi kenyataan. Di media sosial, istilah ini digunakan untuk mengekspresikan harapan atau impian.
Biasanya, pengguna menuliskan target mereka dalam bentuk caption atau video, seperti keinginan diterima kerja, membeli rumah, atau mencapai tujuan tertentu. Konten ini sering disertai tagar #manifest dan dikemas dengan visual serta menggunakan sound yang khas yaitu lagu yang berjudul Umaasa oleh Calein.
Holic
Akhiran -holic banyak digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat menyukai atau “kecanduan” sesuatu. Di TikTok, istilah ini sering digunakan secara hiperbola dan tidak selalu bermakna negatif.
Contohnya seperti “coffeeholic”, “bookaholic”, hingga tren yang sedang hangat saat ini, seperti “kicaumaniaholic” yang merujuk pada pengguna yang gemar mengikuti sound tersebut. Istilah ini biasanya muncul dalam konten yang membahas hobi atau kebiasaan sehari-hari dengan gaya yang menghibur.
Baca Juga: Jalan-Jalan Hemat di Kota Batu, Ini Destinasi Seru Tanpa Biaya!
POV (Point of View)
POV adalah salah satu format konten paling populer di media sosial. Istilah ini digunakan untuk menyajikan video dari sudut pandang tertentu, seolah-olah penonton berada dalam situasi tersebut.
Biasanya diawali dengan kalimat “POV:” lalu diikuti skenario yang relatable, seperti “POV: capek pura-pura ceria seharian”. Lalu video menunjukkan konten kreator yang diam termenung karena kehabisan energi untuk berinteraksi. Format ini membuat penonton merasa lebih terlibat secara emosional karena seolah menjadi bagian dari cerita.
Kenapa Istilah Ini Cepat Viral?
Popularitas istilah-istilah ini tidak lepas dari peran media sosial yang mempercepat penyebaran tren. Selain mudah diingat, kata-kata tersebut juga membuat konten terasa lebih relate dan berpeluang masuk FYP.
Baca Juga: Semangat Hari Kartini, Ini Cara Kreatif Gen Z Merayakan Emansipasi di Era Digital
Editor : Aditya Novrian