Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kenali 5 Sumber Terbesar Mikroplastik yang Dikonsumsi oleh Masyarakat Indonesia

Aditya Novrian • Senin, 19 Mei 2025 | 02:32 WIB

Ilustrasi. Kenali beberapa benda yang jadi sumber mikroplastik. (freepik)
Ilustrasi. Kenali beberapa benda yang jadi sumber mikroplastik. (freepik)

RADAR BATU - Tanpa disadari, setiap hari manusia menghirup dan mengonsumsi serpihan kecil plastik yang dikenal sebagai mikroplastik dan nanoplastik.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paparan mikroplastik ini berpotensi terkait dengan berbagai masalah kesehatan serius, seperti kanker, gangguan pernapasan, serangan jantung, hingga penyakit radang usus.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science & Technology, para peneliti mengungkap bahwa masyarakat Indonesia merupakan konsumen mikroplastik terbanyak di dunia.

Baca Juga: Musim Hujan Tetap Stylish? Ini Tips Memilih Pakaian

Rata-rata, setiap orang Indonesia mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik per bulan.

Posisi Indonesia ini diikuti oleh Malaysia dan Filipina sebagai negara dengan tingkat konsumsi mikroplastik yang tinggi.


Berdasarkan laporan Euro News dan berbagai penelitian, berikut lima produk yang menjadi sumber utama paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari:

1. Talenan Plastik

Menurut penelitian American Chemical Society (ACS), talenan plastik dapat melepaskan hingga 79,4 juta partikel mikroplastik polipropilena setiap tahunnya ke dalam makanan.

Sebagai alternatif, talenan kaca tahan banting dan talenan berbahan serat kertas yang bebas plastik dapat digunakan untuk mengurangi risiko ini.

Baca Juga: Inspirasi Global, Sentuhan Lokal: Film Indonesia yang Merupakan Remake dari Film Internasional

2. Teh Celup

Kantong teh yang banyak dibuat dari plastik polipropilena ternyata dapat melepaskan jutaan mikroplastik saat diseduh dengan air panas.

Studi dari Dow University of Health Sciences pada 2023 menunjukkan satu cangkir teh dapat mengandung hingga 3,1 miliar nanoplastik.

Selain itu, kantong teh juga mengandung berbagai zat berbahaya seperti arsenik, timbal, dan aluminium.

Baca Juga: Lapar Terus Saat Liburan ke Batu? Ternyata Bukan Cuma Perasaan! Ini Fakta Ilmiahnya

Alternatif ramah lingkungan seperti kantong teh katun atau menggunakan saringan logam sangat dianjurkan.

3. Wadah Es Batu Plastik

Meskipun penelitian masih terbatas, wadah es batu plastik berpotensi melepaskan mikroplastik ke dalam air saat pembekuan.

Pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti wadah es batu dari baja tahan karat atau silikon kini mulai populer.

4. Wadah Makanan Microwave

Produk plastik yang diklaim aman untuk microwave ternyata dapat melepaskan jutaan mikroplastik ke dalam makanan saat dipanaskan.

Studi Universitas Nebraska-Lincoln pada 2023 menemukan hingga 4 juta mikroplastik per sentimeter persegi pada makanan bayi kemasan plastik.

Baca Juga: Musim Hujan Bikin Baju Tidak Kering dan Bau Apek? Simak Cara Mengatasinya

Disarankan untuk menghindari produk yang mengandung bahan kimia seperti ftalat, stirena, dan bisfenol.

5. Gelas Kertas

Penggunaan gelas kertas untuk minuman panas juga dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia berbahaya seperti fluorida dan nitrat.

Penelitian tahun 2021 yang diterbitkan dalam Journal of Hazardous Materials menyoroti risiko ini.

Sebagai solusi, menggunakan tempat minum kedap udara dan tahan karat yang dapat digunakan ulang lebih disarankan.

Baca Juga: Musim Hujan Bikin Baju Tidak Kering dan Bau Apek? Simak Cara Mengatasinya

Paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari ternyata lebih luas dan berisiko daripada yang selama ini diperkirakan.

Dengan mengetahui sumber-sumber utama mikroplastik, masyarakat dapat mengambil langkah bijak dalam memilih produk yang lebih aman dan ramah lingkungan demi menjaga kesehatan jangka panjang.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#plastik #mikroplastik