RADAR BATU - Setiap manusia memiliki cara berpikir, bertindak, dan berinteraksi dengan dunia yang unik.
Namun, bagaimana jika ada cara untuk mengelompokkan pola pikir dan perilaku itu ke dalam kategori tertentu, sehingga kita bisa memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik?
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) hadir sebagai alat yang menjawab pertanyaan ini.
Sebuah tes kepribadian yang membantu individu mengenali preferensi psikologis mereka, memahami cara mereka membuat keputusan, serta merancang pilihan hidup yang lebih sesuai dengan karakter mereka.
Di balik MBTI, terdapat dua perempuan yang berdedikasi pada pemahaman manusia, Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers.
Keduanya terinspirasi oleh teori Carl Gustav Jung, seorang psikolog asal Swiss yang dalam bukunya Psychological Types menjelaskan bahwa perilaku manusia tidaklah acak, melainkan terbentuk dari proses kognitif yang konsisten.
Jung mengemukakan bahwa manusia memiliki dua cara utama dalam berinteraksi dengan dunia, ekstrovert atau introvert, serta dua cara dalam memahami informasi, melalui sensor atau intuisi.
Dari konsep ini, Katharine dan Isabel mengembangkan sebuah alat yang lebih sistematis untuk membantu individu memahami kepribadian mereka, hingga akhirnya MBTI lahir.
Pengembangan MBTI terjadi di tengah Perang Dunia II, saat dunia menghadapi ketidakpastian besar dan pemahaman terhadap perilaku manusia menjadi semakin relevan.
Isabel Briggs Myers berusaha menciptakan sistem yang dapat membantu individu memahami diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka, guna menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
Ia mengembangkan serangkaian pertanyaan untuk mengidentifikasi preferensi psikologis, berdasarkan empat dikotomi yang dirancang berdasarkan teori Jung.
Extraversion (E) vs. Introversion (I), Sensing (S) vs. Intuition (N), Thinking (T) vs. Feeling (F), serta Judging (J) vs. Perceiving (P).
Kombinasi dari keempat kategori ini melahirkan 16 tipe kepribadian, yang hingga kini digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengembangan diri, karier, dan hubungan interpersonal.
Perjalanan panjang MBTI akhirnya mencapai titik penting pada tahun 1962, saat instrumen ini diterbitkan secara resmi.
Sejak saat itu, alat ini terus mengalami pengembangan hingga akhirnya dipegang oleh The Myers-Briggs Company, yang terus memperbarui dan melatih para praktisi untuk memastikan bahwa MBTI tetap relevan.
Hingga saat ini, tes ini digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia, dari perusahaan besar hingga individu yang hanya ingin memahami diri mereka lebih baik. (sai)
Editor : Aditya Novrian