Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Bikin Bingung! Hujan Lebat Tetap Guyur Jawa Timur, Ternyata Ini Penjelasan BMKG

Aditya Novrian • Selasa, 13 Mei 2025 | 23:04 WIB

Ilustrasi. Musim kemarau namaun jawa timur tetap diguyur hujan lebat hingga hari ini. (freepik/rawpixels.com)
Ilustrasi. Musim kemarau namaun jawa timur tetap diguyur hujan lebat hingga hari ini. (freepik/rawpixels.com)

RADAR BATU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2025 akan berlangsung dari Mei hingga Agustus, dengan puncak kemarau terjadi antara Juni hingga Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan fenomena yang berbeda, di mana beberapa wilayah seperti sebagian Jawa Timur dan Jawa Tengah masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir. 

Baca Juga: Mana yang Lebih Sehat: Tidur dengan Lampu Mati atau Menyala? Simak Penjelasannya

Deputi Bidang Klimatologi BMKG menjelaskan bahwa awal musim kemarau diperkirakan mulai sejak April hingga Juni di sekitar 403 zona musim (ZOM) di Indonesia berdasarkan data historis dan model iklim global.

Meski demikian, dinamika atmosfer yang sangat dinamis menyebabkan perubahan pola angin, suhu muka laut, dan keberadaan awan konvektif yang dapat memicu hujan lokal meskipun secara umum wilayah tersebut sedang memasuki musim kemarau. 

Baca Juga: Makanan yang Wajib untuk Pertumbuhan Tulang dan Otak Anak

BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tahun ini tidak dipengaruhi oleh fenomena El Niño maupun La Niña secara signifikan, sehingga iklim Indonesia tergolong normal tanpa anomali besar dari Samudra Pasifik maupun Hindia.

Namun, ketidakpastian iklim dan variabel mikroklimat lokal tetap menjadi tantangan dalam membuat prediksi jangka panjang.

Oleh karena itu, hujan lokal masih mungkin terjadi di beberapa wilayah meskipun secara regional sedang musim kemarau. 

Baca Juga: Sulit Konsisten Membaca? Coba Terapkan Tips Ini untuk Bangun Kebiasaan Baca Setiap Hari

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca harian yang lebih akurat daripada hanya mengandalkan prediksi musiman.

Prediksi musim kemarau bersifat probabilistik dan dapat berubah seiring dengan dinamika cuaca yang cepat.

Musim kemarau 2025 diperkirakan lebih singkat dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya, dengan durasi yang lebih pendek pada sekitar 43% zona musim di Indonesia.

Baca Juga: Makanan yang Wajib untuk Pertumbuhan Tulang dan Otak Anak

Puncak kemarau diprediksi akan terjadi lebih awal atau sama dengan biasanya di sebagian besar wilayah, dengan intensitas kekeringan tertinggi pada bulan Agustus.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan potensi risiko yang tetap ada selama musim kemarau, seperti kekeringan dan kebakaran hutan, sehingga kewaspadaan dan mitigasi tetap diperlukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#jawa timur #bmkg #kemarau #hujan