BATU - Banyak orang merasakan gejala gemeteran atau jantungan (deg-degan) setelah minum kopi.
Terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau saat perut kosong.
Fenomena ini, menurut ahli kesehatan, berkaitan dengan kandungan kafein dalam kopi yang memengaruhi sistem saraf dan tubuh.
Kafein, stimulan utama dalam kopi, bekerja dengan memblokir adenosin, zat kimia di otak yang membuat kita mengantuk, dan meningkatkan produksi adrenalin.
Baca Juga: Lawan Kantuk Tanpa Kopi, Rahasia Full Melek Tanpa Kafein!
Hal ini mempercepat detak jantung dan memicu pelepasan glukosa ke aliran darah, memberikan efek energi seketika.
Namun, jika dosisnya melebihi toleransi tubuh—sekitar 400 mg per hari atau setara 4 cangkir kopi biasa—bisa menyebabkan jantung berdebar, tangan gemeter, atau cemas.
Faktor lain adalah sensitivitas individu.
Orang dengan tekanan darah tinggi atau kecemasan lebih rentan mengalami gejala ini.
Baca Juga: Tak Cukup Hanya Kopi, Ini Minuman Lain yang Bisa Bantu Cegah Pikun
Konsumsi kopi saat perut kosong juga mempercepat penyerapan kafein, memperparah efek samping.
Selain itu, kopi dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, terutama magnesium dan kalium, yang memicu tremor ringan.
Untuk mengurangi gejala, ahli menyarankan minum kopi setelah makan, batasi asupan maksimal 2-3 cangkir per hari, dan pilih kopi rendah kafein.
Jika gejala berlangsung lama, konsultasi ke dokter disarankan untuk memeriksa kondisi jantung atau kecemasan. (rsy)
Editor : Aditya Novrian