Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tak Cuma Kurang Minum, Ini 4 Kebiasaan Tak Terduga Pemicu Dehidrasi

Aditya Novrian • Jumat, 9 Mei 2025 | 18:00 WIB

Ilustrasi. Beberapa kegiatan yang memicu dehidrasi tubuh. (freepik.com)
Ilustrasi. Beberapa kegiatan yang memicu dehidrasi tubuh. (freepik.com)

Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kurang minum air putih, melainkan juga berbagai faktor lain yang sering tidak disadari.

Beberapa kondisi dan kebiasaan berikut dapat memicu dehidrasi meskipun asupan air tampak cukup.

1. Bepergian dengan pesawat

Kabin pesawat memiliki kelembapan yang jauh lebih rendah dibandingkan udara biasa, sehingga menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Hal ini membuat penumpang berisiko mengalami dehidrasi setelah penerbangan.

Oleh karena itu, penting untuk tetap menghidrasi tubuh sebelum dan selama perjalanan udara.

Baca Juga: Nggak Pede Sama Outfit-mu? Coba Cara Ini, Auto Stylish!

2. Asupan gula berlebihan

Konsumsi gula yang berlebihan, baik dari makanan maupun minuman manis, dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Gula mendorong sel untuk mengeluarkan air demi mengembalikan keseimbangan cairan, yang kemudian memicu sering buang air kecil dan akhirnya dehidrasi.

Baca Juga: Rekomendasi Campuran Jus Buah yang Enak dan Kaya Manfaat

3. Konsumsi alkohol

Alkohol memiliki efek diuretik yang menekan hormon vasopressin, sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Untuk mengurangi risiko dehidrasi, disarankan mengimbangi konsumsi alkohol dengan minum air putih dan makanan yang mengandung banyak air.

Baca Juga: Solusi Rambut Lepek: Perawatan Sehari-hari dan Makanan yang Perlu Dihindari

4. Tidak menyesuaikan asupan cairan saat sakit

Saat sakit, tubuh sering kehilangan cairan lebih banyak melalui demam, keringat, muntah, atau diare.

Jika kebutuhan cairan tidak ditingkatkan sesuai kondisi ini, risiko dehidrasi menjadi tinggi.

Dehidrasi juga dapat memperlambat proses pemulihan tubuh.

Selain faktor-faktor tersebut, kondisi seperti aktivitas fisik berat, cuaca panas, penyakit tertentu (misalnya diabetes, penyakit ginjal), serta penggunaan obat-obatan diuretik juga berkontribusi pada risiko dehidrasi.

Kelompok rentan termasuk bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan kronis.

Baca Juga: Angka yang Membentuk Takdir Hidup, Apa itu Life Path?

Menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan memperhatikan berbagai faktor ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan menjaga fungsi tubuh tetap optimal.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#dehidrasi #cairan