RADAR BATU - Junk food atau makanan cepat saji memang menjadi favorit banyak orang karena praktis dan menggugah selera.
Namun, di balik kelezatannya, junk food kerap dianggap sebagai biang kerok berbagai penyakit akibat kandungan kalorinya yang tinggi dan nilai gizinya yang rendah.
Meski begitu, menikmati junk food tetap bisa dilakukan dengan cara yang lebih sehat dan terkontrol.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan agar tetap bisa menyantap makanan favorit tanpa mengorbankan kesehatan.
1. Hindari Minuman Manis, Pilih yang Lebih Sehat
Minuman manis seperti soda dan soft drink sering menjadi sumber kalori tersembunyi yang jarang disadari.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), konsumsi gula yang tinggi dari minuman ini bisa memicu obesitas dan diabetes.
Bahkan, satu botol soda 500 ml mengandung sekitar 55 gram gula, melebihi batas asupan harian yang direkomendasikan WHO.
2. Kontrol Porsi Saat Makan Junk Food
Salah satu penyebab junk food dianggap berbahaya adalah kebiasaan mengonsumsi dalam porsi besar.
Misalnya, menghabiskan 3-4 potong pizza dalam satu waktu bisa menyumbang lebih dari 1.200 kalori, atau hampir 60% dari kebutuhan kalori harian rata-rata orang dewasa.
Tips yang bisa dilakukan antara lain:
- Pilih ukuran makanan kecil, seperti burger reguler daripada ukuran besar.
- Bagi makanan dengan teman atau keluarga, terutama untuk kentang goreng atau makanan penutup.
- Gunakan piring kecil agar porsi terlihat lebih banyak.
- Makan perlahan karena otak memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk memproses rasa kenyang.
Baca Juga: Diet Karnivora: Benarkah Sehat untuk Tubuh dalam Jangka Panjang
Fakta ini diperkuat oleh penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition (2019) yang menyebut bahwa orang yang makan secara perlahan bisa mengurangi asupan kalori hingga 30% dibanding mereka yang makan terburu-buru.
3. Seimbangkan dengan Makanan Bergizi
Menikmati junk food bukan berarti harus mengabaikan nutrisi.
Mengombinasikan makanan cepat saji dengan bahan yang lebih sehat bisa membantu menjaga keseimbangan gizi harian.
Beberapa contoh kombinasi sehat:
- Tambahkan sayuran atau salad saat makan pizza.
- Pilih roti gandum dan sayuran segar saat menyantap burger.
Menurut Journal of Nutrition (2021), orang yang mengimbangi makanan olahan dengan konsumsi tinggi serat mengalami kenaikan gula darah lebih lambat serta penambahan berat badan yang lebih terkendali dibanding mereka yang hanya mengonsumsi junk food.
4. Tetap Aktif, Bakar Kalori Berlebih
Meski sudah mengatur porsi dan memilih kombinasi sehat, tetap aktif secara fisik adalah kunci utama menjaga keseimbangan kalori.
Aktivitas fisik membantu tubuh membakar kalori ekstra dari makanan cepat saji dan meningkatkan metabolisme.
American Heart Association (AHA) menganjurkan agar orang dewasa berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme.(fd)
Editor : A. Nugroho