BATU – Jejak komunikasi terakhir korban mayat yang ditemukan membusuk di Sungai Clumprit, Kota Batu, mulai terungkap. Korban berinisial K, dosen muda yang tengah menempuh pendidikan doktoral, diketahui terakhir kali berkomunikasi dengan pihak keluarga melalui pesan singkat sebelum dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan tak bernyawa beberapa hari kemudian.
Salah seorang kerabat korban, Dewi (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa K sempat bercerita baru saja mengakhiri hubungan asmara dengan kekasihnya. Setelah percakapan tersebut, korban tak lagi bisa dihubungi sejak Sabtu. Keberadaannya baru diketahui beberapa hari kemudian saat jasadnya ditemukan di aliran Sungai Clumprit dalam kondisi membusuk.
"Dia itu orangnya ramah, punya banyak teman, dan fokus kuliah. Kami sama sekali tidak menyangka akhirnya seperti ini,” ujar Dewi kepada Jawa Pos Radar Batu.
Baca Juga: Sosok Mayat Membusuk di Sungai Clumprit Batu Terungkap, Seorang Dosen Muda
Kematian K dinilai menyisakan banyak kejanggalan. Kecurigaan keluarga semakin menguat lantaran sepeda motor dan ponsel milik korban tidak ditemukan di lokasi kejadian. Menurut mereka, apabila peristiwa tersebut murni kecelakaan, seharusnya kendaraan korban berada di sekitar sungai tempat jasad ditemukan.
“Hilangnya barang-barang pribadi itu membuat kami bertanya-tanya. Logikanya kalau jatuh atau kecelakaan, motornya pasti ada di dekat lokasi,” imbuh Dewi.
Baca Juga: Cemburu Buta Berujung Kekesaran di Kecamatan Pujon, Suami Bacok Istri hingga Luka Berat
Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Polisi belum dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait hilangnya sepeda motor dan ponsel korban.
"Kami masih dalami semuanya. Mohon waktu, nanti akan kami sampaikan jika sudah ada bukti yang cukup,” pungkasnya. (ori/adn)
Editor : Aditya Novrian