Berita Terbaru Ekonomi & Bisnis Kesehatan Kriminal Lifestyle Malang Raya Nusantara Olahraga Opini Pemilu 2024 Pendidikan Peristiwa Sosok Teknologi Wisata & Kuliner

Tak Perlu ke Aceh, Rasakan Serunya Sensasi Minum Kopi Khop di Kota Malang

Fajar Andre Setiawan • 2026-03-15 11:52:23
UNIK: Salah seorang pengunjung mencoba merasakan sensasi minum Kopi Khop di Kecamatan Klojen beberapa waktu lalu. (RAYYAN SUGANGGA/FREELANCE RADAR MALANG)
UNIK: Salah seorang pengunjung mencoba merasakan sensasi minum Kopi Khop di Kecamatan Klojen beberapa waktu lalu. (RAYYAN SUGANGGA/FREELANCE RADAR MALANG)

 

MALANG KOTA - Aroma rempah yang tajam dan semerbak kopi menyeruak begitu melangkah masuk ke sebuah kedai anyar di kawasan Kecamatan Klojen. Bukan sekadar warung makan biasa, tempat ini membawa potongan autentik dari Aceh ke jantung Kota Malang. Seluruh awak dapur didatangkan langsung untuk menjamin setiap cangkir kopi yang tersaji tetap setia pada resep warisan leluhur.

Di antara deretan menu, Kopi Khop mendadak jadi primadona yang paling diburu warga. Penyajiannya tergolong unik dan menantang logika. Kopi hitam pekat disajikan dalam gelas yang posisinya dibalik di atas piring kecil. Tak heran, banyak pengunjung yang tertegun sejenak, lalu sibuk mengabadikan momen unik tersebut dengan kamera ponsel sebelum memberanikan diri mencicipinya.

Tradisi unik asal Meulaboh, Aceh Barat ini sejatinya merupakan warisan budaya tak benda yang lahir kehidupan para nelayan pesisir. Konon, gelas dibalik bertujuan agar kopi tetap hangat dalam waktu lama dan terlindungi dari debu pantai saat ditinggal melaut. Ketika tiba waktunya menyeruput, penikmat kopi harus menggunakan sedotan untuk mengeluarkan cairan hitam itu perlahan dari sela-sela gelas.

"Kopi Khop ini memang menu yang paling banyak dicari dan bikin orang penasaran, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mampir," ujar Jeje, salah seorang karyawan. Ia menjelaskan teknik membalik gelas bukan sekadar gaya-gayaan. Namun, cara menjaga aroma kopi agar tetap terkunci rapat hingga tetes terakhir. Sensasi menyeruput lewat sedotan inilah yang memberikan pengalaman berbeda bagi lidah warga Malang.

Rasa penasaran itu pula yang membawa Amelia, salah satu pengunjung, untuk menjajal keunikan kopi terbalik ini. Baginya, minum Kopi Khop mengajarkan seni kesabaran karena tidak bisa dinikmati dengan tergesa-gesa seperti kopi kekinian pada umumnya. Ada ritme tersendiri saat meniup sela-sela gelas agar cairan kopi keluar sedikit demi sedikit ke piring kecil sebelum disedot.

“Unik sekali karena ada tekniknya, jadi makin penasaran mau coba,” katanya. Selain kopinya yang juara, ia juga terkesan dengan sajian pisang goreng pendamping yang punya cita rasa khas Aceh. Tekstur dan tampilannya dinilai berbeda dengan pisang goreng lokal, memberikan perpaduan camilan yang pas untuk menemani kopi hitam yang kuat.

Hadirnya Kopi Khop di Klojen bukan sekadar menambah daftar panjang destinasi kuliner di Kota Malang. Gelas-gelas yang dibalik itu menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan keteguhan tradisi masyarakat Aceh kepada publik Malang. Di tengah gempuran kopi ala kafe modern, Kopi Khop membuktikan bahwa cara minum yang tak lazim justru menjadi daya tarik yang tak lekang oleh zaman. (Rayyan Sugangga/ori)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kuliner