Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskumperindag Kota Batu Segera Bentuk Paguyuban Ekspor

R
BERPOTENSI JADI KOMODITAS EKSPOR: Seorang pekerja merawat komoditas hortikultura di kawasan persawahan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
BERPOTENSI JADI KOMODITAS EKSPOR: Seorang pekerja merawat komoditas hortikultura di kawasan persawahan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Advertisement

 

BATU, RADAR BATU - Sengkarut pendataan akibat ketiadaan wadah koordinasi resmi membuat pemetaan potensi pasar internasional bagi produsen hortikultura dan ekonomi kreatif di Kota Batu masih jalan di tempat. Merespons itu, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) merancang pembentukan paguyuban eksportir.

Langkah itu menjadi strategi memotong hambatan birokrasi komunikasi sekaligus memvalidasi data capaian niaga luar negeri yang selama ini terserak tanpa pengawasan sistematis. Ketiadaan komite atau asosiasi resmi membuat jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan otoritas regulasi lokal terputus.

Akibatnya, arus informasi insentif perdagangan, regulasi bea cukai, hingga peluang pasar global gagal tersampaikan secara instan.Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengakui urgensi pelembagaan kelompok ini. Keberadaan paguyuban diproyeksikan mampu menyederhanakan rantai birokrasi pembinaan.

“Selama ini koordinasi masih parsial. Melalui paguyuban, validasi data volume dan nilai ekspor akan jauh lebih presisi karena berbasis laporan berkala anggota,” ujar Dian. Aspek legalitas perdagangan luar negeri juga menjadi sorotan tajam.

Melalui wadah tunggal ini, otoritas perdagangan daerah nantinya dapat memberikan asistensi pemenuhan dokumen serta sertifikasi internasional secara kolektif dan sistematis. Hal ini krusial mengingat ketatnya palang pintu regulasi nontarif di berbagai negara tujuan.

Ironisme tata kelola ekspor Batu tecermin dari minimnya entitas yang tercatat di papan data dinas. Hingga akhir Mei ini, hanya ada lima eksportir resmi yang teridentifikasi Pemkot Batu. Korporasi tersebut meliputi Arjuna Club Indonesia, Delta Raya, Kokedama, CV Kusuma Wijaya, serta Koperasi Margo Makmur Mandiri yang baru terintegrasi pada 2025 lalu.

Advertisement

Artikel Terkait

Operasi Pasar Sasar Tiga Kecamatan di Kota Batu

Operasi Pasar Sasar Tiga Kecamatan di Kota Batu

Diskumperindag Kota Batu siapkan operasi pasar di tiga kecamatan tekan kenaikan harga.

Bocor Lagi, Perbaikan Talang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Digerojok Rp 225 Juta

Bocor Lagi, Perbaikan Talang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Digerojok Rp 225 Juta

Pemkot Batu alokasikan Rp 225 juta P-APBD 2026 untuk perbaiki talang Pasar Induk Among Tani yang bocor.

Keripik Buah Senilai Rp 370 Juta Asli Kota Batu Diekspor ke Singapura

Keripik Buah Senilai Rp 370 Juta Asli Kota Batu Diekspor ke Singapura

Keripik buah senilai Rp370 juta buatan UMKM Kota Batu resmi diekspor ke Singapura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer