Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

BPBD Kota Batu Bidik 17 Satuan Pendidikan Aman Bencana

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 2 Februari 2025 | 19:50 WIB
FOKUS: Siswa SDN Sumbergondo 2 sedang menyimak materi tentang kebencanaan dari anggota BPBD Kota Batu.
FOKUS: Siswa SDN Sumbergondo 2 sedang menyimak materi tentang kebencanaan dari anggota BPBD Kota Batu.

BATU - Potensi bencana alam di Kota Batu terus diantisipasi.

Salah satunya melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu membidik 17 sekolah tahun ini untuk menjadi SPAB.

Langkah awalnya dengan melakukan sosialisasi tanggap bencana.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Batu Gatot Nugraha mengatakan program SPAB sudah dilakukan sejak 2015 lalu.

Dia menjelaskan SPAB tidak hanya menuntut warga sekolah memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan bencana.

Namun, itu juga harus didukung dengan sarana dan prasarananya.

Standar tersebut juga bertujuan untuk menyiapkan sekolah sebagai tempat penampungan darurat jika terjadi bencana.

Gatot menyebut ada tiga pilar SPAB.

Yakni fasilitas sekolah yang aman, manajemen risiko bencana, dan pengurangan risiko bencana.

“Sekolah harus memiliki desain yang ramah disabilitas dan dilengkapi peta sekaligus jalur evakuasi,” ujarnya.

 Sementara, upaya pengurangan risiko bencana dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi terkait kesiapsiagaannya.

Termasuk pelatihan bagi guru tentang kurikulum pengurangan risiko bencana.

Dia menyebut ada dua potensi bencana alam di Kota Batu.

Yakni banjir dan longsor.

Saat kegiatan sosialisasi siswa akan dibekali materi seputar itu.

Mulai dari tanda-tanda bencana dan apa yang harus dilakukan saat kejadian.

Contohnya, beberapa tanda-tanda longsor adalah pohon, tiang, dan bangunan menjadi miring.

Kemudian muncul retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing dan muncul suara gemuruh.

Sedangkan, yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bila tidak sempat, siswa akan diajarkan mekanisme perlindungan diri.

Seperti melingkarkan tubuh membentuk seperti bola dan kedua tangan telungkup melindungi kepala.

Posisi itu akan memberikan perlindungan terbaik untuk badan. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#sosialisasi #kota batu #bpbd kota batu #aman bencana