Harga Emas Turun, Minat Beli Warga Kota Batu Justru Melemah

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB
TURUN HARGA: Sejumlah pelanggan Toko Emas Agung di Jalan Sultan Agung, Kelurahan, Sisir, Kecamatan Batu memilih-milih perhiasan. Sebagian dari mereka melakukan transaksi jual kembali kemarin (24/7).
TURUN HARGA: Sejumlah pelanggan Toko Emas Agung di Jalan Sultan Agung, Kelurahan, Sisir, Kecamatan Batu memilih-milih perhiasan. Sebagian dari mereka melakukan transaksi jual kembali kemarin (24/7).

 BATU, RADAR BATU - Harga emas perhiasan kadar 99 persen di Kota Batu mengalami penurunan sekitar Rp 100 ribu per gram dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, harga berkisar Rp 2,45 juta per gram. Kini, harganya turun menjadi Rp 2,35 juta per gram. Sayangnya, penurunan harga tidak diikuti meningkatkan daya beli. Bahkan, jumlah transaksi pembelian emas justru anjlok.

Manajer Toko Emas Agung Kota Batu Tholib mengatakan perubahan harga di tingkat pedagang mengikuti pergerakan harga emas dunia. Selain dipengaruhi kondisi pasar global, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut memengaruhi harga jual.

“Kalau harga emas dunia turun, otomatis harga di toko juga ikut menyesuaikan,” ujarnya. Meski harga sedang menurun, kondisi tersebut belum mampu mendongkrak transaksi. Tholib mengungkapkan daya beli masyarakat justru menurun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, lesunya penjualan dipengaruhi perubahan prioritas pengeluaran masyarakat. Memasuki tahun ajaran baru, banyak keluarga mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pendidikan. Misalnya, untuk biaya sekolah atau kuliah.

Di tengah perlambatan transaksi, mayoritas konsumen tetap memilih emas berkadar tinggi. Sekitar 75 persen pembeli lebih memilih emas tua berkadar 99 persen. Sedangkan 25 persen lainnya membeli emas muda dengan kadar sekitar 95 persen.

Untuk transaksi jual kembali (buyback), toko menerapkan selisih harga sekitar Rp 100 ribu per gram dari harga jual. Besaran potongan tersebut dapat berubah menyesuaikan kadar dan kondisi fisik emas yang dijual kembali oleh pelanggan.

Fenomena serupa juga dirasakan Ayu Novitasari, penjual emas yang telah menjalankan bisnis secara daring selama delapan tahun. Menurutnya, perilaku konsumen emas memiliki pola yang berbeda dibandingkan komoditas lain.

“Jualan emas ini unik. Saat harga terus naik justru banyak yang membeli. Sebaliknya, ketika harga turun, pembelinya malah berkurang. Padahal logikanya kalau barang lebih murah harusnya lebih banyak yang beli,” katanya. Harga emas batangan saat ini juga terkoreksi Rp 35 ribu per gram atau sekitar 1,33 persen.

Ayu menilai sebagian masyarakat masih menganggap kenaikan harga emas sebagai sinyal investasi yang menguntungkan. Itulah mengapa banyak orang terdorong membeli emas saat tren harga naik. Sebaliknya, ketika harga turun, banyak calon pembeli memilih menunggu dengan harapan harga akan kembali terkoreksi. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
radar batu harga anjlok kotabatu emas