81 Persen Layanan PLN Kota Batu Kini Beralih ke Digital

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 20:00 WIB
Tangkapan layar dari website resmi PLN.
Tangkapan layar dari website resmi PLN.

 

BATU, RADAR BATU - Digitalisasi layanan PT PLN (Persero) di Kota Batu semakin masif. Hingga Juni tahun ini, sebanyak 4.720 dari total 5.807 permohonan layanan pelanggan diproses melalui aplikasi PLN Mobile. Artinya, 81,3 persen layanan kini telah beralih ke kanal digital. Tingkat pemanfaatan aplikasi pun ditarget meningkat menjadi 85-90 persen pada akhir tahun.

Data tersebut berasal dari wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Batu. Saat ini, jumlah pelanggan PLN ULP Batu mencapai 124.328. Tingginya penggunaan aplikasi menunjukkan perubahan perilaku pelanggan. Layanan digital mulai menjadi pilihan utama masyarakat.

BACA JUGA: Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, LAPI Bongkar 3 Modus Pencucian Uang Tersangka

Team Leader Pelayanan Pelanggan PLN ULP Batu Agung Rachmad Nuriyanto mengatakan tren penggunaan aplikasi relatif stabil sepanjang setahun terakhir. Aktivitas transaksi tertinggi terjadi pada Oktober 2025. Saat itu tercatat 482 transaksi. Kemudian, Januari tahun ini mencapai 491 transaksi. Sedangkan April lalu tercatat sebanyak 480 transaksi.

Berdasarkan wilayah, pengguna terbanyak berasal dari Kecamatan Batu. Jumlahnya mencapai 2.318 transaksi. Kecamatan Bumiaji mencatat 1.272 transaksi. Sementara, Kecamatan Junrejo sebanyak 1.130 transaksi. “Lebih dari 85 persen pengguna berasal dari pelanggan rumah tangga,” ujarnya.

BACA JUGA: Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku, Cek 4 Info Beasiswa S1 Terbaru 2026

Menurut Agung, sektor bisnis dan sosial masih menjadi pasar yang perlu didorong. Dia berharap pemanfaatan aplikasi semakin meluas pada segmen usaha. Data permohonan menunjukkan layanan tambah daya menjadi fitur yang paling banyak digunakan. Jumlahnya mencapai 2.597 permohonan. Disusul layanan pasang baru sebanyak 2.087 permohonan.

Agung juga melihat potensi penggunaan aplikasi di sektor pariwisata. Pemilik hotel, vila, maupun homestay dinilai dapat memanfaatkan fitur pembelian token listrik dan pelaporan gangguan secara daring. Fitur tersebut memudahkan pengelolaan properti tanpa harus berada di lokasi.

Untuk memperluas adopsi aplikasi, PLN menyiapkan strategi jemput bola. Sosialisasi akan diperluas hingga tingkat RT, RW, desa, dan kelurahan. Edukasi juga dilakukan melalui berbagai kegiatan masyarakat. “Kami ingin seluruh pelanggan terbiasa menggunakan layanan digital,” kata Agung. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
layanan PLN Mobile layanan PLN digitalisasi