Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kelab Malam Dekat Pesantren Al Furqon Muhammadiyah Kota Batu Ditutup Permanen

Zanadia Manik Fatimah • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:00 WIB
RESMI TUTUP: Pihak manajemen kelab malam Anthorium di kawasan Jalan Sawah De Krup, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji membuat surat pernyataan penutupan permanen pada Sabtu lalu (2/5).
RESMI TUTUP: Pihak manajemen kelab malam Anthorium di kawasan Jalan Sawah De Krup, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji membuat surat pernyataan penutupan permanen pada Sabtu lalu (2/5).

BUMIAJI, RADAR BATU - Sebuah tempat yang disinyalir beroperasi sebagai kelab malam Anthorium di Jalan Sawah De Krup, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji terpaksa ditutup secara permanen pada 2 Mei lalu. Penutupan itu menyusul gelombang protes dari warga dan Pondok Pesantren Al Furqon Muhammadiyah (PPAM) yang hanya berjarak 240 meter.

Penutupan ini menjadi klimaks dari eskalasi penolakan selama sepekan. Seruan protes mulai muncul pada 25 April lalu. Laporan awal warga mengendus adanya dugaan peredaran minuman keras di lokasi tersebut. Namun sehari berselang, Anthorium justru nekat menggelar pesta pembukaan (opening party).

Situasi memanas pada 30 April. Sebuah video promosi hiburan malam beredar liar di jagat maya dan memantik amarah publik. “Video promosi itu menyebar di grup komunikasi alumni SD Muhammadiyah Bumiaji. Dari titik itulah penolakan mulai meledak,” ungkap Pengurus PPAM Kota Batu, Arif Saifuddin.

Baca Juga: Konflik Air Memanas di Bumiaji, Warga Desak Transparansi Proyek Sumur Bor dan Realisasi Kesepakatan Giripurno

Mobilisasi warga bergerak cepat dan terstruktur. Pada 1 Mei, penggalangan tanda tangan dan penyusunan surat keberatan resmi dilakukan. Kampanye penolakan merambah ruang digital secara masif. Sebuah unggahan protes di media sosial meraup lebih dari 4.000 tanda suka dan disebar ulang oleh lebih dari 100 akun.

Tekanan publik itu membuahkan hasil instan. Pada Sabtu malam lalu (2/5), aparat keamanan setempat turun tangan. Bhabinkamtibmas Desa Bumiaji Aiptu Arief March Nur mendatangi warga dengan membawa surat pernyataan resmi dari pihak pengelola. “Inti suratnya jelas. Manajemen menyatakan Anthorium berhenti beroperasi dan tutup permanen,” imbuh Arif.

Pijakan warga melakukan penolakan dinilai sangat mendasar. Radius 240 meter dari pondok pesantren dianggap terlalu berisiko. Operasional hiburan malam dikhawatirkan memicu polusi suara, pergaulan bebas, hingga konsumsi alkohol. Hal itu dinilai dapat mengancam ekosistem pendidikan Islam.

Baca Juga: Regulasi Tangkal Banjir di Bumiaji Mulai Digodok

Dikonfirmasi terpisah kemarin (4/5), Plt Kepala Satpol PP Kota Batu Fariz Pasharella Shahputra membenarkan adanya gejolak tersebut. Pihaknya mengeklaim telah menerjunkan personel untuk menetralisasi keadaan. “Akhir pekan kemarin, anggota kami langsung ditugaskan menyisir ke lokasi untuk pengecekan,” tegasnya singkat. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#opening party #kelab malam anthorium #ditutup permanen #PPAM