Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

TPS3R Mulai Kewalahan, Pemerintah Kota Batu Dorong SPPG Olah Sampah Mandiri

Rori Dinanda Bestari • Jumat, 1 Mei 2026 | 11:21 WIB
Illustrasi SPPG (Chatgpt)
Illustrasi SPPG (Chatgpt)

BATU, RADAR BATU - Lonjakan sampah akibat operasional Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) mulai membebani sistem pengelolaan di Kota Batu. Fasilitas seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) kini mulai kewalahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, mengungkapkan bahwa tambahan sampah dari SPPG memperberat beban fasilitas yang sebelumnya sudah bekerja di batas kapasitas.

“TPS3R yang ada sebenarnya sudah kewalahan dengan volume eksisting,” ujarnya.

Masalah diperparah belum adanya regulasi teknis dari pemerintah pusat terkait pengelolaan limbah SPPG. Petunjuk teknis yang ada belum mengatur prosedur tetap pengolahan sampah dari program tersebut.

Baca Juga: Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Picu Lonjakan Sampah di Kota Batu, Tambah 2 Ton per Hari, Total Kini 125 Ton

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah mendorong setiap unit SPPG melakukan pengolahan mandiri. Dapur-dapur program diarahkan memiliki fasilitas seperti komposter atau biodigester.

Saat ini, kebijakan tersebut masih bersifat imbauan. Ke depan, akan diperkuat melalui surat edaran (SE) khusus.

Selain itu, strategi jangka panjang disiapkan melalui Rencana Induk Persampahan (RIPS) yang akan diturunkan menjadi peta jalan lima tahunan dalam bentuk peraturan wali kota.

“Kami ingin setiap aktivitas publik punya mitigasi limbah yang jelas,” tegas Dian.

Baca Juga: SPPG Tambah Beban Sampah hingga 2 Ton Per Hari DLH Soroti Dampak terhadap TPS3R dan TPA

Sementara itu, pihak SPPG memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan. Sekretaris Wilayah SPPG Kota Batu, Elmico Duta, menyebut setiap unit dapur telah bekerja sama dengan TPS3R dan membayar iuran sampah.

Pengangkutan dilakukan dua kali sehari mengikuti ritme produksi dapur. Sebagian limbah juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Pengelolaan terus kami sesuaikan agar tetap terkendali,” ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, penguatan sistem pengelolaan sampah dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar program pangan bergizi tetap berjalan tanpa menimbulkan beban lingkungan yang berlebihan. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#RIPS #se #TPS3R #SPPG