BATU, RADAR BATU - Penataan manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Batu kembali tertunda. Rekrutmen direksi PT Batu Wisata Resource (BWR) belum dijalankan karena menunggu penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif yang saat ini masih dalam proses seleksi terbuka. Kursi Sekda dinilai krusial sebagai penghubung kebijakan pemerintah dengan unit bisnis daerah. Tanpa posisi tersebut terisi, koordinasi dinilai belum optimal.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan fokus saat ini masih pada penataan internal birokrasi. Dia mengaku ingin menuntaskan lebih dulu posisi Sekda. Setelah itu, baru fokus ke pembenahan PT BWR. Meski demikian, pengisian direksi tetap ditargetkan rampung tahun ini. Langkah ini dinilai mendesak untuk mengejar agenda strategis.
BACA JUGA: Stop Pakai Fast Fashion! Ini Dampaknya bagi Kehidupan
Beberapa program yang menunggu antara lain revitalisasi kawasan wisata Songgoriti dan penguatan kerja sama antar-BUMD. Keduanya diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Proses rekrutmen sebelumnya belum menghasilkan kandidat yang sesuai. Alhasil, seleksi yang dibuka pada Desember tahun lalu berakhir tanpa hasil.
Sebanyak 16 pelamar tercatat mengikuti proses tersebut. Namun, tidak ada yang lolos hingga tahap akhir. Evaluasi menunjukkan mayoritas kandidat tidak memenuhi kriteria. Latar belakang dinilai tidak linier dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, pengalaman manajerial di sektor pariwisata atau bisnis relevan masih terbatas.
BACA JUGA: Tak Jauh dari Kota Batu, Araya Arcade Garden Malang Suguhkan Nuansa Swiss yang Estetik
“Ini menjadi pelajaran untuk proses berikutnya,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu. Pemerintah berharap seleksi ulang mampu menjaring kandidat yang lebih kompeten. Sosok yang dicari tidak hanya kuat secara manajerial, tetapi juga memiliki visi pengembangan bisnis daerah.
“Kami butuh direksi yang punya visi, bukan sekadar mengisi jabatan,” tegasnya. Penundaan ini sekaligus menunjukkan pembenahan BUMD masih bergantung pada stabilitas struktur birokrasi. Tanpa fondasi internal yang kuat, akselerasi bisnis daerah berisiko kembali tersendat. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan