BATU, RADAR BATU - Keberangkatan calon jemaah haji (CJH) dipastikan siap sepenuhnya menjelang jadwal pemberangkatan pada 22 April mendatang. Sebanyak 226 jemaah akan diberangkatkan dalam satu rombongan.
Para jemaah tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Surabaya. Mereka dijadwalkan berkumpul di Masjid Sultan Agung sejak pukul 03.00 untuk doa dan salat bersama. Setelah itu, rombongan diberangkatkan sekitar pukul 05.00 menuju Surabaya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu Basuki Rachmat menegaskan seluruh persiapan telah rampung. “Persiapan teknis dan administratif keberangkatan sudah 100 persen. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus kami lakukan,” ujarnya.
Untuk mobilisasi, panitia menyiapkan tujuh bus guna mengangkut jemaah. Dua truk disiapkan khusus untuk koper. Rombongan juga dikawal satu ambulans dan dua kendaraan patroli pengawal. Setibanya di Embarkasi Surabaya, jemaah menjalani persiapan selama satu hari.
Mereka dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada 23 April pukul 02.55. Dari total 226 jemaah, sebanyak 104 orang laki-laki dan 122 perempuan. “Jemaah terbanyak berasal dari Kecamatan Batu sebanyak 128 orang. Bumiaji 54 orang, dan Junrejo 44 orang,” jelasnya.
Rentang usia jemaah cukup lebar. Jemaah tertua berusia 84 tahun, berasal dari Desa Sidomulyo. Sementara jemaah termuda adalah perempuan berusia 17 tahun lebih 10 hari dari Desa Pesanggrahan.
Remaja tersebut berangkat menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia. Ia memperoleh hak pelimpahan porsi sehingga tetap bisa berangkat tahun ini. Menjelang keberangkatan, kondisi kesehatan jemaah terus dipantau.
Menjelang keberangkatan, jemaah diminta menjaga kondisi fisik. Koordinator Kesehatan Jemaah Haji Kota Batu Adi Koesaini mengingatkan pentingnya istirahat cukup. “Kami imbau jemaah menjaga pola makan dan tidak kelelahan. Termasuk membatasi waktu menerima tamu,” ujarnya.
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Ditarget 5 Persen, Sektor Pertanian Jadi Motor Penggerak Utama
Jemaah diminta tidak menerima tamu hingga larut malam agar tidak kelelahan. Batas waktu disarankan maksimal pukul 20.00-21.00. Di sisi lain, terdapat satu jemaah yang sempat mengalami kecelakaan hingga patah tulang.
Jemaah tersebut berasal dari Karangploso, Kabupaten Malang, dan tergabung melalui mekanisme mutasi dalam Kloter 4. Kondisinya dilaporkan membaik setelah menjalani operasi.
Jemaah tersebut sudah dapat beraktivitas, meski masih memerlukan perhatian khusus. Peluang keberangkatannya dinilai masih terbuka. Dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan, keberangkatan CJH Kota Batu diharapkan berjalan lancar.
5.400 Orang Masuk Waiting List Nomor Porsi Haji
Lonjakan minat ibadah haji membuat sedikitnya 5.400 warga Kota Batu tertahan dalam daftar tunggu nomor porsi, meski telah mendaftar dan menyetor biaya awal. Hingga saat ini, mereka belum mengetahui estimasi tahun keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan seluruh calon jemaah tersebut telah menjalani prosedur pendaftaran sesuai ketentuan. Namun, tingginya jumlah pendaftar membuat antrean semakin panjang.
“Sekitar 5.400 orang ini masih dalam waiting list dan belum bisa mengetahui estimasi keberangkatannya,” ujarnya. Ia menjelaskan proses pendaftaran haji tidak berhenti pada setoran awal.
Calon jemaah wajib memenuhi sejumlah tahapan, mulai dari pembayaran biaya awal hingga kelengkapan administrasi. Setoran awal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar Rp25 juta telah dibayarkan para pendaftar melalui bank yang ditunjuk pemerintah.
BACA JUGA: Dilantik Jadi Kades Torongrejo, Takim Siap Tinggalkan Kursi Pengawas SMP Kota Batu
Selain itu, mereka juga melengkapi dokumen seperti identitas diri, surat keterangan kesehatan, dan persyaratan administrasi lainnya. “Namun, pembayaran setoran awal tidak otomatis membuat mereka mendapatkan nomor porsi,” kata Basuki.
Nomor porsi, lanjut dia, baru diberikan setelah data pendaftar terverifikasi dan masuk dalam sistem antrean nasional. Nomor ini menjadi penanda resmi posisi calon jemaah dalam antrean keberangkatan.
Basuki menyebut masa tunggu haji di Kota Batu kini mencapai sekitar 26 tahun. Angka tersebut mencerminkan tingginya animo masyarakat yang terus bertambah setiap tahun. “Daftar tunggu terus meningkat karena jumlah pendaftar jauh lebih besar dibanding kuota yang tersedia,” jelasnya.
Tanpa nomor porsi, calon jemaah belum tercatat dalam urutan keberangkatan. Akibatnya, mereka belum bisa memperkirakan jadwal berangkat ke Tanah Suci. Sebaliknya, nomor porsi memungkinkan jemaah memantau perkembangan antrean secara berkala melalui sistem informasi haji nasional.
Dari sana, mereka dapat memperkirakan tahun keberangkatan secara lebih pasti. Kondisi ini membuat ribuan calon jemaah harus bersabar menunggu. Kepastian berangkat baru akan didapat setelah nomor porsi diterbitkan dan posisi antrean mereka tercatat secara resmi.
Editor : Fajar Andre Setiawan