BATU - Upaya rehabilitasi Stadion Gelora Brantas kembali didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun ini. Setelah sempat diajukan pada 2025 tanpa kejelasan, proposal pendanaan kini kembali dilayangkan ke pemerintah pusat. Pengajuan ulang dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu pada Maret lalu.
Kepala Bidang Cipta Karya Disperkim Kota Batu Ferly Syahrudin mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari proposal sebelumnya yang belum mendapat respons. “Pengajuan baru sudah kami kirimkan pada Maret lalu,” ujarnya.
BACA JUGA Masa Depan Pertanian di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (12): Jeruk Mulai Menggeser Tahta Apel
Menurut dia, pembaruan proposal diperlukan agar usulan rehabilitasi tetap masuk dalam prioritas pemerintah pusat. Pemkot Batu menilai Stadion Gelora Brantas membutuhkan pembenahan menyeluruh. Fasilitas olahraga utama itu dinilai sudah tidak lagi memadai tanpa perbaikan besar.
Berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED), kebutuhan anggaran rehabilitasi stadion diperkirakan mencapai Rp390 miliar. Nilai tersebut mencerminkan skala pekerjaan yang tidak sekadar perbaikan ringan. Sejumlah komponen akan dibenahi secara total.
BACA JUGA Henkus Bedah Modernitas Lewat Pameran “Paradoks Mitologi” di Galeri Raos Kota Batu
Di antaranya penggantian rumput lapangan, perbaikan sarana dan prasarana pendukung, hingga penyesuaian standar stadion agar sesuai ketentuan fasilitas olahraga. Dengan kebutuhan anggaran yang besar, Pemkot Batu mengandalkan dukungan pemerintah pusat.
Proyek senilai ratusan miliar rupiah dinilai sulit direalisasikan jika hanya mengandalkan APBD.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu keputusan atas pengajuan tersebut. “Masih kami tunggu persetujuan dari pemerintah pusat,” kata Ferly.
BACA JUGA Longsor dan Pohon Kembali Tumbang di Jalur Payung Batu akibat Hujan Deras
Jika disetujui, rehabilitasi stadion direncanakan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas olahraga sekaligus mendukung aktivitas pembinaan atlet di Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan