9 Pejabat Pemkot Tak Punya Kans Jadi Sekda, Bursa Calon Sekretraris Daerah Mulai Memanas

A. Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 16:30 WIB
TUGAS KHUSUS: Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono menandatangani berita acara pelantikan di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu 6 Februari lalu.
TUGAS KHUSUS: Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono menandatangani berita acara pelantikan di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu 6 Februari lalu.

 

BATU - Sejumlah pejabat senior Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dipastikan tak punya kans untuk menempati kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Setidaknya ada sembilan pejabat yang bakal kalah sebelum bertarung akibat terbentur aturan usia maksimal. Sebab, pelamar tidak boleh berusia lebih dari 58 tahun saat pelantikan.

Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi menegaskan, batas usia menjadi syarat mutlak dalam seleksi terbuka (selter) Sekda. Pendaftar tidak boleh mendekati masa pensiun alias injury time. Aturan tersebut otomatis menutup peluang enam pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Batu.

Mereka adalah Eko Suhartono, Agoes Machmoedi, Susetya Herawan, Santi Restuningsasi, Eny Rachyuningsih, Heru Yulianto, Ririk Mashuri, Wiwik Nuryati, dan Zadim Efisiensi. Dengan syarat itu, pendaftar tidak boleh berusia lebih dari 58 tahun saat pelantikan dilakukan.

BACA JUGA: Seleksi Sekda Kota Batu Dibuka, Wali Kota Cari Figur Cakap, Sinyal Persaingan Internal vs Eksternal Menguat

Aturan tersebut bertujuan agar Sekda terpilih memiliki masa pengabdian yang cukup panjang untuk mengawal kebijakan daerah secara berkelanjutan. "Termasuk yang umur 58 saat ini baru daftar juga tidak boleh," tegas Santi.

Selain usia, syarat lain yang tak kalah krusial adalah pengalaman jabatan. Pelamar minimal harus dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setara eselon II B.

Dengan kriteria ketat tersebut, hanya segelintir kepala dinas yang memenuhi syarat administratif. Kondisi ini diprediksi membuat persaingan mengerucut pada nama-nama tertentu yang saat ini memimpin dinas strategis.

BACA JUGA: Tebing 15 Meter Longsor di Payung Dua Kota Batu, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat Tengah Malam

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu Ludi Tanarto mengakui bursa pencalonan itu sangat krusial untuk menentukan arah birokrasi ke depan. Dirinya menilai para kepala dinas senior di lingkungan Pemkot Batu saat ini memiliki kapasitas yang cukup mumpuni.

“Meski begitu, dewan tidak memiliki jagoan khusus dan menyerahkan sepenuhnya pada panitia seleksi,” ujarnya. Ludi berpesan sosok Sekda baru harus memiliki kecepatan dalam bekerja dan merespons kebutuhan publik.

Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan masyarakat kerap mengeluhkan lambatnya urusan administratif. “Kecepatan itu sangat penting untuk menjalankan regulasi dan pelayanan publik agar lebih maksimal,” ujarnya.

BACA JUGA: Wali Kota Nurochman Turun ke Kebun Junggo Petik Apel Bareng Petani untuk Jaga Ikon Kota Batu

Meskipun lelang jabatan terbuka untuk peserta dari luar daerah, aspirasi agar kursi Sekda diisi putra daerah atau pejabat internal cukup kuat. Ludi berharap muncul kandidat dari Pemkot Batu yang memahami betul karakter birokrasi dan kebutuhan lokal.

Pemahaman mendalam terhadap kondisi wilayah dianggap menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki kandidat dari luar daerah. Politisi PKS itu juga mewanti-wanti agar tim seleksi tetap menjaga independensi mereka selama proses selter berlangsung.

Dirinya meminta agar transparansi dijaga dengan ketat untuk menghindari adanya persepsi negatif atau konflik kepentingan di masyarakat. Akuntabilitas proses seleksi menjadi harga mati demi mendapatkan figur yang benar-benar kompeten.

BACA JUGA: Pencuri Gasak Uang Rp 5 Juta di Rumah Warga Junrejo Batu saat Korban ke Sawah

Transparansi yang dimaksud tidak berarti seluruh proses harus dibuka secara liar. Namun, indikator penilaian wajib jelas dan terukur. Hal ini penting agar publik percaya bahwa siapa pun yang terpilih adalah hasil dari seleksi yang objektif.

“Independensi tim seleksi harus betul-betul dijaga agar menghasilkan Sekda yang mumpuni,” tambah Ludi. Kini, bola panas berada sepenuhnya di tangan panitia seleksi untuk menyaring yang terbaik dari kandidat yang ada.

Masyarakat menaruh harapan besar agar proses ini tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka. Pilihan yang tepat akan menentukan kualitas pelayanan publik dan stabilitas pemerintahan Kota Batu di masa mendatang. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
pejabat senior kursi sekda pemkot kota baru