BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae tak lagi sekadar ruang olahraga. Kemarin pagi (5/4), kawasan Jalan Sultan Agung berubah menjadi panggung konten digital. Puluhan peserta zumba tampak menyiarkan aktivitasnya secara langsung melalui media sosial.
Fenomena ini terlihat dari deretan tripod yang berjajar di barisan peserta. Ponsel-ponsel terpasang menghadap panggung, merekam setiap gerakan senam yang dipandu instruktur.
BACA JUGA Viral Wahana Mikutopia di Kota Batu Rusak, Pengunjung Loncat Pagar, Begini Penjelasan Manajemen
Di tengah aktivitas fisik, para peserta sesekali melirik layar untuk berinteraksi dengan penonton. Platform TikTok menjadi kanal utama yang digunakan untuk siaran langsung.
Kondisi ini menjadikan CFD bukan hanya ruang olahraga, tetapi juga arena produksi konten.
BACA JUGA Kandang Babi di Permukiman Dinilai Langgar Aturan, Pakar Desak Pemerintah Melakukan Penindakan
Salah satu peserta Yayuk Sri Rahayu, warga Desa Giripurno mengaku rutin melakukan siaran langsung setiap pekan. “Penontonnya bisa sampai ratusan,” ujarnya.
Ia menilai, aktivitas tersebut justru menambah motivasi untuk berolahraga. Dia mengaku penonton di live streaming yang ramai bisa menambah motivasi dan semangat saat berolahraga.
Hal serupa disampaikan Nurul Sasmita, warga Kelurahan Temas. Ia juga aktif menyiarkan kegiatan zumba yang diikutinya. Menurutnya siaran langsung memberi kepuasan tersendiri, terutama saat jumlah penonton dan pengikut meningkat.
“Bisa jadi kenangan juga, bisa dilihat lagi nanti,” jelasnya. Ia menambahkan, tren ini turut berdampak pada meningkatnya keramaian CFD. Sejumlah pengikut di media sosial tertarik datang langsung setelah melihat siaran tersebut.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran fungsi ruang publik. Event CFD juga medium ekspresi dan promosi digital berbasis komunitas. Di satu sisi, tren ini memperluas jangkauan promosi wisata Kota Batu secara organik.
Editor : Fajar Andre Setiawan