BATU - Kualitas infrastruktur permukiman di Kota Batu masih menyisakan pekerjaan rumah. Tahun ini, pemerintah kota mengalokasikan Rp12,5 miliar untuk program pavingisasi yang menyasar 81 titik jalan lingkungan di tiga kecamatan.
Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki akses jalan dan gang yang dinilai belum layak. Perbaikan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan mobilitas warga di kawasan permukiman.
Kepala Bidang Cipta Karya Disperkim Kota Batu Ferly Syahrudin mengatakan program tersebut kini memasuki tahap perencanaan. Tahap ini menjadi fondasi sebelum masuk proses pengadaan dan pelaksanaan fisik.
BACA JUGA Talang Air Pasar Induk Among Tani Kota Batu Rusak Lagi, Pemkot Tagih Garansi
"Bulan ini sudah perencanaan, bulan depan mulai pengadaan,” ujarnya. Sebagian besar usulan proyek berasal dari pokok pikiran (pokir) DPRD. Aspirasi itu dihimpun dari kebutuhan riil masyarakat di tingkat lingkungan.
Ferly menyebut total terdapat 81 paket pekerjaan yang akan dikerjakan secara bertahap. Meski dilakukan bertahap, waktu pelaksanaan diperkirakan beririsan agar seluruh proyek dapat rampung dalam satu tahun anggaran.
BACA JUGA Kandang Babi di Permukiman Dinilai Langgar Aturan, Pakar Desak Pemerintah Melakukan Penindakan
Untuk mempercepat progres, pengerjaan tidak hanya melibatkan satu penyedia jasa. Skema multikontraktor dipilih agar distribusi pekerjaan lebih merata dan target waktu lebih realistis tercapai.
Dari sisi anggaran, terdapat kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp12 miliar. Tambahan Rp500 juta ini diharapkan mampu memperluas jangkauan perbaikan.
BACA JUGA ASN Pemkot WFH Setiap Jumat
Namun demikian, besarnya alokasi anggaran juga menuntut efektivitas pelaksanaan di lapangan. Pemerintah dituntut memastikan proyek tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan infrastruktur dasar warga.
Dengan skema tersebut, pavingisasi diharapkan tidak hanya menjadi proyek rutin tahunan. Lebih dari itu, program ini harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses lingkungan yang lebih layak dan aman.
Editor : Fajar Andre Setiawan