BATU – Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk mengawal masa depan atlet berprestasi kini memasuki babak realisasi. Sebanyak 33 atlet peraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dipastikan mendapatkan kucuran bantuan pendidikan melalui program Beasiswa 1.000 Sarjana. Langkah ini menjadi angin segar bagi para pejuang olahraga yang tengah menempuh studi di perguruan tinggi.
Salah satu penerima manfaat tersebut adalah Angelica Dona, atlet cabang olahraga (cabor) Arung Jeram asal Desa Pesanggrahan. Mahasiswi semester 8 STIKes Panti Waluya Malang ini mengaku telah merasakan manfaat beasiswa tersebut sejak semester 7 lalu. “Dulu Pak Wali Kota memang memberikan janji kalau kami yang mendapatkan medali emas akan dibayarkan kuliahnya sampai lulus," ujarnya.
Meski sempat merasa awam dengan urusan birokrasi, Angelica menyebut proses pendaftaran beasiswa ini ternyata cukup transparan. Seluruh persyaratan dan tahapan pengajuan sudah tertulis dengan jelas, sehingga memudahkan para mahasiswa untuk mengaksesnya.
Namun, beasiswa ini menuntut tanggung jawab moral dan akademik yang seimbang. Pemkot Batu tetap menerapkan standar ketat melalui pemantauan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Hal ini dilakukan agar atlet tersebut tidak hanya gemilang di arena pertandingan, tetapi juga tuntas secara akademis.
Dirinya bertekad untuk terus mengasah kemampuannya guna meraih prestasi yang lebih tinggi di ajang-ajang berikutnya. "Kalau ada event atau lomba lagi, saya pasti akan berusaha lebih baik lagi untuk memberikan prestasi terbaik bagi Kota Batu," pungkasnya.
Sebagai informasi, selain mendapatkan beasiswa para atlet juga menerima dana apresiasi sebesar Rp40 juta per medali. Sementara kategori ganda memeroleh Rp50 juta dan Rp60 juta untuk kategori beregu.(ori)
Editor : A. Nugroho