Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dibuka Kembali, Berikut Aturan, Budget, hingga Fasilitas Baru di Pendakian Buthak, Panderman, dan Bokong

Zanadia Manik Fatimah • Senin, 30 Maret 2026 | 18:46 WIB
Dibuka Kembali, Berikut Aturan, Budget, hingga Fasilitas Baru di Pendakian Buthak, Panderman, dan Bokong
Dibuka Kembali, Berikut Aturan, Budget, hingga Fasilitas Baru di Pendakian Buthak, Panderman, dan Bokong

BATU – Pascatutup selama sekitar dua bulan lamanya, pendakian di Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong kembali resmi dibuka mulai kemarin (29/3) tepat pada pukul 00.00. Pembukaan kembali itu disertai sejumlah penyesuaian aturan serta penambahan fasilitas bagi para pendaki.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Ahmad Syaifudin menjelaskan selama masa penutupan pada dua bulan terakhir dimanfaatkan oleh pengelola guna memperbaiki jalur serta menambah fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan pendaki.
“Gunung Buthak per akhir tahun lalu sudah ada dua toilet di Sabana. Sedangkan di Gunubg Bokong baru ada penambahan empat toilet saat Ramadan kemarin,” ungkapnya.

Selain itu, pengelola juga melakukan perbaikan jalur di beberapa titik rawan. Perbaikan dilakukan dengan menutup lubang yang terlalu dalam serta meratakan permukaan tanah yang tidak stabil.
“Perbaikan jalur dilakukan agar pendaki tidak terjerembab atau mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Secara umum, aturan pendakian tetap nyaris sama dengan sebelumnya. Namun pengelola menegaskan sangat tidak menyarankan pendakian solo. Itu khususnya di Gunung Buthak yang memiliki jalur cukup panjang dan berisiko.

Ia menambahkan apabila terdapat pendaki yang datang sendiri, pengelola akan menggabungkannya dengan rombongan lain. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan selama pendakian.

Saat ini di pos pemberangkatan juga disediakan petugas kesehatan. Meski begitu, untuk pendaki Gunung Buthak tetap diminta membawa surat keterangan sehat sedari rumah. “Yang penting juga harus jujur mengenai riwayat penyakit yang dimiliki,” imbuh pria yang akrab disapa Udin itu. 

Pendakian tektok atau naik turun dalam satu hari masih diperbolehkan dengan sejumlah catatan. Pendaki wajib melapor kepada petugas, berangkat pada pagi hari, serta memastikan kembali ke pos sebelum batas waktu yang ditentukan. Sedangkan jalur pendakian di Gunung Panderman dan Gunung Bokong dinilai lebih fleksibel karena tingkat risikonya tidak setinggi Gunung Buthak.

Setiap pendaki dikenakan biaya sebesar Rp25 ribu per orang. Biaya tersebut merupakan kontribusi untuk fasilitas serta tiket masuk kawasan pendakian. Untuk pemesanan tiket, pendaki dapat melakukan reservasi melalui layanan yang disediakan pengelola sebelum melakukan pembayaran secara langsung di pos awal keberangkatan.

Dengan berbagai penambahan fasilitas itu, pengelola berharap pengalaman pendakian menjadi lebih aman dan nyaman. “Ke depan kami akan terus berbenah demi kenyamanan para pendaki,” pungkasnya. (dia)

Editor : A. Nugroho
#pendakian #kota batu #Gunung Buthak