BATU – Keterbatasan lapangan kerja di Kota Batu mendorong semakin banyak warga memilih bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Data Dinas Ketenagakerjaan Kota Batu menunjukkan jumlah PMI meningkat dari 44 orang pada 2024 menjadi 53 orang pada 2025. Hingga pertengahan Maret 2026, sudah ada 13 orang yang berangkat.
BACA JUGA Pesan Makanan Online, Awas di Kota Batu Marak Jadi Sasaran Pencurian
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batu Mokhamad Forkan menyebut kondisi ini menjadi indikator lemahnya serapan tenaga kerja lokal.
“Banyak lulusan belum terserap sektor formal, sehingga memilih bekerja ke luar negeri,” ujarnya.
Mayoritas PMI didominasi perempuan. Dari total 53 orang pada 2025, sebanyak 52 merupakan perempuan dan hanya satu laki-laki.
BACA JUGA Arus Balik Libur Panjang Picu Kemacetan di Kota Batu
Dari sisi pendidikan, lulusan sekolah dasar dan menengah menjadi kelompok terbanyak.
Negara tujuan utama masih didominasi kawasan Asia, terutama Taiwan dan Hong Kong.
Taiwan tercatat menjadi tujuan terbanyak dengan 23 orang, disusul Hong Kong sebanyak 19 orang.
BACA JUGA Sopir Ngantuk, Mobil Boks Bermuatan Kue Pia Hantam Taman di Jalan Sultan Agung Kota Batu
Jenis pekerjaan yang digeluti sebagian besar berada di sektor domestik dan perawatan, seperti caregiver dan pekerja rumah tangga.
Fenomena ini menunjukkan tekanan pada pasar kerja lokal, khususnya bagi lulusan dengan keterampilan terbatas.
Editor : Fajar Andre Setiawan