BATU, RADAR BATU - Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran mendorong produksi sampah di Kota Batu naik signifikan. Volume sampah harian mencapai 50 ton. Angkanya meningkat dari rata-rata normal sekitar 30 ton per hari. Kenaikan ini memaksa penyesuaian pola kerja petugas kebersihan. Selama libur, pengelolaan sampah dilakukan 24 jam nonstop.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan kebijakan lembur diaktifkan untuk menghadapi lonjakan tersebut. “Kami menerapkan pola kerja 24 jam selama tujuh hari penuh,” ujarnya.
BACA JUGA: Pengawasan Kendor, PKL Liar Kembali Padati Alun-Alun Kota Wisata Batu
Operasional tetap berjalan bahkan saat pelaksanaan salat Id berlangsung. Fokus utama diarahkan pada 21 ruas jalan protokol agar tetap bersih dari sampah wisatawan dan warga.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung jadi pusat pengolahan dengan sistem tiga shift.
Sebanyak 115 petugas penyapu jalan dikerahkan di area publik. Mereka didukung 80 personel lain yang mengoperasikan armada dan berjaga di titik strategis. Dian juga mengoptimalkan konsep one-day process, yakni sampah selesai diolah dalam satu hari.
BACA JUGA: Parade Mobil Hias Baloga Ramaikan Libur Lebaran
Selain tenaga kerja, penggunaan alat diperkuat. Di antaranya big composter di TPA dan insinerator di tingkat kelurahan. Sebanyak sembilan dump truck disiagakan untuk mengangkut sampah dari titik penumpukan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) juga diturunkan untuk menyisir wilayah perbatasan yang rawan pembuangan liar. “Mobilisasi armada penting agar tidak ada sampah yang tertahan lebih dari 24 jam,” kata Dian.
BACA JUGA: UPT Balai Uji Kir Kota Batu Akui Pernah Tegur 4 Calo Uji Kir
Langkah ini ditempuh untuk menjaga kenyamanan wisatawan selama libur panjang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengurangi produksi sampah, baik dari rumah tangga maupun usaha. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan