BATU - Kerusakan fasilitas pasar kembali membebani pedagang. Bocornya talang di Pasar Induk Among Tani memaksa pedagang memasang plastik secara mandiri untuk menahan air hujan sejak 17 Maret lalu. Langkah ini diambil setelah laporan berulang kali tidak kunjung direspons dengan perbaikan.
Salah satu pedagang di Zona 8 lantai dua Inggrid Gunawan mengaku membeli plastik sendiri demi melindungi barang dagangannya. “Saya beli sendiri dan minta bantuan petugas untuk memasang,” ujarnya.
BACA JUGA Arak Ogoh-Ogoh, Warga Lintas Agama di Kota Batu Bersatu Sambut Nyepi
Plastik yang dipasang tidak kecil. Panjangnya mencapai sekitar 6 meter dan diarahkan untuk mengalirkan air menjauh dari kios. Menurut Inggrid, kebocoran sudah mulai berdampak langsung pada barang dagangan. Jika dibiarkan, kerugian dipastikan meningkat.
“Kalau tidak ditutup, barang bisa rusak,” katanya. Ia menjelaskan, awalnya lubang talang hanya kecil dan muncul sekitar sebulan lalu. Namun, dalam beberapa hari terakhir, kerusakan semakin melebar dan titik kebocoran bertambah.
Keluhan sebenarnya sudah berulang kali disampaikan kepada pengelola pasar. Namun hingga kini belum ada perbaikan. “Setiap ada pembersihan kami laporkan, tapi belum ditindaklanjuti,” ujarnya.
BACA JUGA Libur Lebaran, Jalanan Kota Batu Terancam Macet Parah: One Way dan Jalur Alternatif Disiapkan
Petugas kebersihan pun menyarankan penggunaan plastik sebagai solusi sementara. Pedagang kemudian berinisiatif memasangnya sendiri.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain di lokasi yang sama. Heru Suroso, pemilik usaha potong rambut, mengatakan air hujan kerap masuk hingga mendekati kiosnya saat hujan deras. “Tempiasnya bisa sampai ke sini,” katanya.
BACA JUGA Lebaran dan Nyepi Berdekatan, Toleransi Warga Tulungrejo Bumiaji Kian Menguat
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas usaha. Sisa rambut yang terkena air menjadi lebih lengket dan sulit dibersihkan. Pedagang berharap perbaikan segera dilakukan. Selama musim hujan, kebocoran talang berpotensi terus mengganggu aktivitas jual beli.
Editor : Fajar Andre Setiawan