BATU - Angin segar mulai dirasakan para pejuang aspal di Kota Batu menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mulai menerima kucuran Bonus Hari Raya (BHR) dari pihak aplikator. Kabar itu menjadi oase di tengah tingginya kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran.
Ketua Aliansi Ojol Bersatu (AOB) Kota Batu Arif Kurniawan mengatakan penyaluran bonus ditransfer melalui saldo digital. Meskipun mekanisme penghitungannya kerap dianggap rumit, tahun ini terdapat tren positif pada nominal yang diterima. Kenaikan itu dinilai cukup signifikan dibandingkan dengan periode Lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Skema penyaluran BHR 2026 diklasifikasikan berdasarkan tingkatan mitra. Untuk level tertinggi alias kategori Jawara, bonus yang dikucurkan mencapai Rp850 ribu. Untuk level menengah seperti kategori Kesatria dan Pejuang, masing-masing menerima Rp250-300 ribu.
Sementara itu, untuk kategori terendah atau level Anggota, driver menerima Rp150 ribu dengan syarat minimal 70 order selesai pada Februari lalu. Level tersebut dihitung berdasarkan konsistensi driver dalam menjalankan aplikasinya.
"Alhamdulillah, tahun ini ada kenaikan sedikit untuk nominal bonus. Tahun lalu nilai terendah di angka Rp50 ribu, tahun ini meningkat menjadi Rp150 ribu," ujarnya. Meski pemberian BHR memiliki syarat ketat, realita di lapangan terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Menurutnya Arif, pemerintah menjanjikan pembagian 20 persen dari penghasilan setahun. Namun, yang diterima driver justru lebih sering di bawah perhitungan tersebut. “Tapi harus tetap bersyukur karena lumayan untuk tambahan persiapan Lebaran,” tutur dia.
Terpisah, salah seorang driver ojol lainnya, Haris Setyawan mengaku sudah mengantongi bonus cukup besar. Berkat konsistensi dan performa kerjanya yang tinggi, Haris meraup bonus Rp1,8 juta. Jumlah itu memang sangat variatif antar-driver.
“Besar atau kecilnya bergantung pada tingkat akumulasi poin selama periode yang ditentukan,” tandasnya. Selain bonus, momentum Lebaran juga menjadi waktu panen bagi para pengemudi karena adanya penyesuaian tarif di titik-titik wisata.
Pada hari biasa, tarif jarak pendek rata-rata Rp8 ribu. Namun, saat Lebaran bisa melonjak hingga Rp15 ribu. Kenaikan itu dianggap wajar mengingat tingginya permintaan penumpang yang ingin menembus kemacetan Kota Batu demi menuju destinasi wisata. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian