Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Penjual Camilan di Kota Batu Panen Pelanggan Dua Kali Lipat

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 13 Maret 2026 | 10:51 WIB

PENJUALAN MENINGKAT: Salah seorang pelanggan berbelanja camilan Lebaran di Pasar Induk Among Tani Batu kemarin (12/3).
PENJUALAN MENINGKAT: Salah seorang pelanggan berbelanja camilan Lebaran di Pasar Induk Among Tani Batu kemarin (12/3).

BATU - Aktivitas perdagangan camilan di Pasar Induk Among Tani mulai menggeliat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah pedagang mengaku penjualan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan permintaan bahkan membuat omzet sebagian pedagang naik hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Salah satu penjual camilan Rofiana mengatakan peningkatan penjualan mulai terasa sejak beberapa hari terakhir. Pada hari normal, ia biasanya menjual sekitar 10 bungkus camilan per hari. Kini jumlahnya bisa mencapai 20 bungkus. Meski demikian, lonjakan penjualan tahun ini tidak terjadi sejak awal Ramadan.

Rofiana menilai peningkatan permintaan baru terasa mendekati Lebaran. Menurutnya, kondisi ekonomi membuat masyarakat lebih berhati-hati saat berbelanja. “Biasanya sejak awal Ramadan sudah ramai. Tahun ini baru terasa beberapa hari terakhir,” katanya.

Ia juga melihat perubahan pola belanja konsumen. Pembeli cenderung datang berulang kali untuk menambah stok camilan. Sebagian besar tidak langsung membeli dalam jumlah besar.

“Biasanya beli satu atau dua bungkus dulu. Kalau kurang, baru balik lagi ke pasar,” jelasnya.

Selain perubahan pola belanja, jenis camilan yang diminati juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya kue kering menjadi primadona Lebaran, kini permintaan justru lebih banyak mengarah pada camilan asin, seperti keripik dan rengginang.

Perempuan asal Kelurahan Sisir tersebut menyebut dari sisi harga, camilan asin juga relatif lebih terjangkau dibandingkan kue kering. Rofiana menjual keripik dengan harga sekitar Rp20-25 ribu per bungkus. Sementara kue kering dibanderol sekitar Rp30-35 ribu per kotak.

Pedagang lain di pasar tersebut Fatul, mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan permintaan tertinggi datang dari produk keripik tempe dan kacang-kacangan. “Harganya bervariasi, sekitar Rp30-40 ribu per kilogram,” katanya.

Fatul memperkirakan aktivitas belanja camilan akan terus meningkat hingga H-1 Lebaran. Ia menilai Pasar Induk Among Tani tetap menjadi tujuan utama masyarakat untuk berburu penganan Lebaran. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#cemilan lebaran #kota batu #Pasar Induk Among Tani #Hari Raya Idhul fitri