Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

4 Masjid dan Vihara di Kota Batu Dibuka 24 Jam untuk Pemudik

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 12 Maret 2026 | 08:54 WIB

VIHARA: Padepokan Dhammadipa Arama, Desa Beji, Kecamatan Junrejo menjadi salah satu tempat yang dibuka untuk tempat istirahat pemudik.
VIHARA: Padepokan Dhammadipa Arama, Desa Beji, Kecamatan Junrejo menjadi salah satu tempat yang dibuka untuk tempat istirahat pemudik.

BATU - Lonjakan arus mudik Lebaran mendorong penyediaan tempat singgah bagi pemudik yang melintas di Kota Batu. Empat rumah ibadah disiapkan sebagai titik istirahat sementara selama periode mudik hingga arus balik Lebaran 2026. Fasilitas tersebut mulai dioperasikan sejak kemarin (11/3).

Pemudik dapat beristirahat, beribadah, maupun memanfaatkan layanan pendukung sebelum melanjutkan perjalanan. Empat lokasi yang disiapkan yakni Masjid Sultan Agung, Masjid Darul Muttaqien, Masjid Al-Huda, serta Padepokan Dhammadipa Arama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu Moh. Zainal Arifin mengatakan seluruh lokasi akan dibuka selama 24 jam selama periode mudik. “Rumah ibadah ini tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak,” ujarnya.

Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan di lokasi tersebut. Di antaranya ruang istirahat atau kamar musafir, toilet bersih, area parkir, hingga fasilitas pengisian daya gawai.

Selain itu tersedia pula takjil serta menu sederhana untuk berbuka puasa dan sahur.

Beberapa lokasi juga dilengkapi fasilitas kesehatan dasar. Pemudik dapat memperoleh pertolongan pertama jika mengalami gangguan kesehatan ringan selama perjalanan.

Untuk layanan kesehatan yang lebih lengkap, pengelola bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Batu.

Petugas kesehatan ditempatkan di Padepokan Dhammadipa Arama, sementara di masjid disediakan perlengkapan pertolongan pertama (P3K). Program ini akan berlangsung hingga tujuh hari setelah penetapan 1 Syawal oleh pemerintah. Dengan demikian, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan selama periode arus balik.

Menurut Zainal, pemanfaatan rumah ibadah sebagai tempat singgah juga memiliki pesan sosial. Keterlibatan vihara dalam program ini diharapkan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama sekaligus menunjukkan bahwa rumah ibadah dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat.

Secara nasional, Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat sekitar 6.859 masjid ikut berpartisipasi dalam program rumah ibadah ramah pemudik. Selain itu, terdapat 44 vihara di 11 provinsi serta 32 kabupaten/kota yang turut menyediakan fasilitas serupa. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#wihara #Tempat Beribadah #kota batu #masjid