BATU - Perbaikan talang di Pasar Induk Among Tani belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Baru sekitar enam bulan setelah diperbaiki, kebocoran kembali muncul di sejumlah titik. Salah satunya di Zona 8 lantai dua.
Air hujan yang masuk dari talang bocor menimbulkan genangan di sekitar kios. Salah seorang pedagang di lokasi Inggrid Gunawan mengatakan kebocoran mulai terlihat sekitar satu bulan terakhir. Awalnya hanya berupa lubang kecil pada talang.
“Di sekitar kios saya di Zona 8 lantai dua, lubangnya memang kecil tetapi jumlahnya banyak,” ujarnya. Menurut Inggrid, ukuran lubang berkisar antara satu hingga tiga sentimeter. Meski terlihat kecil, lubang-lubang tersebut membuat air mengalir deras saat hujan turun.
Akibatnya, area sekitar kios sering tergenang. Kondisi menjadi lebih parah ketika hujan lebat disertai angin melanda Kota Batu. Selain kebocoran, pedagang juga mengeluhkan suara seng yang berisik saat tertiup angin.
Hal itu menambah kekhawatiran karena air yang masuk berpotensi menggenangi kios. “Beberapa hari terakhir sudah cukup parah. Kalau terus seperti ini, air bisa masuk ke dalam toko,” katanya.
Inggrid mengaku para pedagang sebenarnya telah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut kepada petugas pasar. Namun hingga kini perbaikan belum dilakukan. “Setiap petugas kebersihan pasar datang, kami laporkan. Namun, belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto memastikan akan segera memperbaiki talang yang rusak tersebut. Dia mengatakan anggaran perbaikan sudah disiapkan.
Namun, waktu pelaksanaannya masih menunggu arahan pimpinan. Sebelum perbaikan dilakukan, pemerintah akan mendata ulang titik-titik kerusakan secara detail. Pendataan itu dimaksudkan agar seluruh titik kebocoran dapat diperbaiki sekaligus.
“Ini sedang diproses. Kami akan mendata ulang secara valid agar saat diperbaiki tidak ada titik yang terlewat,” ujar Andry. Munculnya kebocoran dalam waktu relatif singkat memunculkan pertanyaan mengenai kualitas perbaikan sebelumnya.
Bagi pedagang, yang paling mendesak bukan sekadar perbaikan, melainkan jaminan agar kebocoran tidak kembali terulang setiap musim hujan. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho