BATU - Keamanan di kawasan Pasar Induk Among Tani kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa pekan terakhir, kotak amal di musala lantai dua zona 8 pasar tersebut dilaporkan dibobol pencuri hingga tiga kali. Peristiwa itu mendorong pengelola zona bersama para pedagang mengambil langkah pencegahan. Salah satunya dengan membatasi jam operasional musala agar lebih mudah diawasi.
Koordinator Zona 8 Pasar Induk Among Tani Sugeng mengatakan musala kini hanya dibuka mulai pukul 08.00-16.00 saja. “Operasionalnya kami pendekkan. Di luar jam itu musala ditutup,” ujarnya kemarin (9/3).
Sugeng menjelaskan, pencurian terjadi dalam rentang waktu yang tidak terlalu berdekatan. Meski nilai uang yang hilang tidak besar, kejadian tersebut tetap memicu keresahan di kalangan pedagang.
Menurut dia, kondisi musala yang tidak dilengkapi kamera pemantau membuat pengawasan menjadi sulit. Situasi itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk mengambil uang di kotak amal tanpa terdeteksi.
Hingga kini identitas pelaku belum diketahui. Pengelola menduga pelaku berpura-pura beribadah saat musala sedang sepi. Tidak menutup kemungkinan pencurian juga terjadi di luar jam operasional pasar.
Aktivitas Pasar Induk Among Tani biasanya mulai menurun pada sore hari. Kawasan pasar relatif sepi setelah pukul 15.00-16.00. Untuk mencegah kejadian serupa, pedagang di zona tersebut sepakat meningkatkan pengawasan bersama.
“Kami sudah sampaikan di grup pedagang bahwa musala hanya dibuka sampai pukul 16.00,” kata Sugeng. Sejauh ini kebijakan tersebut tidak mendapat keberatan dari pedagang. Sebaliknya, sebagian besar pedagang mengaku lebih waspada dan saling mengingatkan untuk menjaga keamanan lingkungan pasar. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho