BATU - Lagi-lagi citra Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan kembali tercoreng oleh ulah oknum juru parkir (jukir) di kawasan alun-alun pada Senin malam lalu (2/3). Sebagai destinasi wisata favorit, kawasan tersebut justru seringkali memanen isu miring masalah perparkiran. Mulai dari penarikan tarif yang tidak sesuai hingga arogansi oknum jukir.
Salah seorang pengunjung Andika (bukan nama sebenarnya), mengaku merasakan pengalaman tidak menyenangkan. Kejadian bermula saat dirinya meminta karcis parkir resmi kepada petugas yang berjaga di satuan ruang parkir (SRP). Bukannya mendapatkan karcis, dirinya justru menerima perlakuan kasar dan kata-kata intimidatif dari oknum tersebut.
“Alasannya tidak masuk akal. Katanya jam 18.00 sudah stop tidak dikarcis. Dia (oknum jukir) bilang kalau pakai karcis arek-arek gak bayaran (anak-anak tidak gajian),” ungkapnya menirukan perkataan yang dilontarkan oknum jukir itu. Tak berhenti di situ, oknum jukir tersebut juga melontarkan kalimat bernada rasis terkait asal daerah kendaraannya.
Andika menegaskan persoalannya bukan pada nominal uang parkir sebesar Rp2 ribu, melainkan ketaatan pada aturan dan etika pelayanan. Namun, saat mencoba mengedukasi sesuai aturan yang berlaku, dia justru diintimidasi. “Kalau gara-gara karcis minta parkir gratis, lebih baik tidak usah parkir di situ katanya," ungkapnya.
Bahkan, kejadian itu diakuinya bukan yang pertama kalinya. Pria asal Gresik itu mengaku sudah mengalami perlakuan serupa sebanyak 2-3 kali. Dirinya berharap pihak terkait, segera melakukan tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh. “Semoga ini menjadi evaluasi agar wisatawan lain tidak merasakan ketidaknyamanan yang sama," harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Batu Chilman Suaidi menegaskan setiap pelayanan parkir di Alun-Alun Kota Wisata Batu memiliki SOP yang jelas. Baik saat gate parking beroperasi maupun tidak. “Kalau pengunjung tidak mendapatkan kupon print out (dari mesin), maka wajib diberikan karcis parkir manual," tegasnya.
Chilman menjelaskan adanya kemungkinan kendala teknis terkait jam operasional yang dikeluhkan warga. Apalagi saat ini memasuki bulan Ramadan. "Bisa jadi petugas masih berbuka puasa. Namun, aturan tetap berlaku," imbuhnya.
Chilman memastikan pihak Dishub akan segera turun tangan melakukan crosscheck di titik yang disebutkan. Selanjutnya, ditindaklanjuti melalui tugas pokok dan fungsi pembinaan dan pengawasan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho