BATU - Peredaran makanan takjil selama Ramadan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batu. Untuk memastikan keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan inspeksi mendadak sekaligus pengambilan sampel makanan di sejumlah pusat penjualan takjil pada 24-25 Februari lalu.
Pemeriksaan dilakukan tim dari lima puskesmas yang dikoordinasikan Dinkes. Petugas menyisir sejumlah titik keramaian. Di antaranya kawasan Jalan Samadi, area Pusdik Pendem, hingga pusat kuliner di sekitar Stadion Gelora Brantas.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu Esty Setya Windari mengatakan pemeriksaan dilakukan menggunakan alat uji cepat atau rapid test kit. Petugas memeriksa kemungkinan adanya bahan kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam makanan.
Fokus pengujian menyasar empat zat berbahaya, yakni boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B. “Kami tidak hanya melihat secara visual. Sampel makanan dan minuman langsung diuji menggunakan alat untuk mendeteksi kandungan kimia berbahaya,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga memeriksa kemungkinan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kebersihan air serta proses pengolahan makanan yang dilakukan pedagang.
Sejumlah sampel yang diambil masih dalam proses pemeriksaan lanjutan di laboratorium.
Meski pengawasan dilakukan ketat, pendekatan yang digunakan tetap bersifat pembinaan. Jika ditemukan sampel yang mencurigakan, petugas tidak langsung menyita dagangan.
Baca Juga: Program MBG Dinilai Ubah Pola Makan Anak Lebih Sehat
Petugas terlebih dahulu melakukan uji ulang dan pemeriksaan lanjutan di laboratorium untuk memastikan hasilnya. Menurut Esty, langkah ini diharapkan mendorong pelaku usaha kecil lebih selektif dalam memilih bahan baku serta menjaga kebersihan air dan proses produksi. “Harapannya, masyarakat Kota Batu maupun wisatawan bisa menikmati takjil dengan aman dan nyaman selama Ramadan,” katanya. (ori/dre)
Disunting kembali oleh Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian