BATU - Jumlah pelaku UMKM yang berjualan di Pasar Takjil Ramadan resmi Kota Batu tahun ini menurun. Tercatat hanya sekitar 110-118 pedagang yang menempati lapak di halaman parkir KONI Kota Batu di Jalan Sultan Agung selama Ramadan 2026. Angkanya lebih rendah dibandingkan 2025 lalu yang mencapai sekitar 150 pedagang.
Penurunan dipengaruhi munculnya sejumlah titik pasar takjil yang dikelola desa dan kelurahan. Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Winda Zainal, mengatakan pasar takjil binaan pemerintah kota hanya berada di satu lokasi.
“Yang binaan Diskumperindag hanya satu, di parkir KONI. Data kami mencatat 118 pedagang,” ujarnya. Ia menjelaskan, syarat utama berjualan di lokasi tersebut adalah warga asli Kota Batu. Mayoritas pedagang merupakan pelaku usaha yang biasa berjualan di kawasan CFD Mbatu Sae.
Selama Ramadan, kegiatan CFD diliburkan sehingga pedagang dialihkan ke pasar takjil. Dari sisi keamanan pangan, belum ada kerja sama khusus dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan langsung di lapak. Namun, pihaknya mengklaim sebagian besar pedagang telah memiliki legalitas usaha.
Rata-rata pedagang sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Sekitar 80 persen di antaranya juga telah memiliki sertifikasi halal. Ketua Paguyuban PKL CFD Mbatu Sae sekaligus koordinator Pasar Takjil, Rudi Syafii, menyebut jumlah pedagang aktif sekitar 110 orang. Rinciannya dua lapak pakaian, satu permainan, dan sisanya makanan serta minuman.
Menurut dia, dominasi tetap pada lapak makanan. Penurunan jumlah pedagang dipicu bertambahnya titik pasar takjil di tingkat desa dan karang taruna. Selain itu, tidak semua pedagang CFD memilih pindah ke lokasi KONI. “Ada yang sudah mendaftar tetapi tidak jadi berjualan,” katanya.
Sama seperti tahun lalu, lapak kini ditentukan melalui undian dan diberi tanda di masing-masing titik. Pedagang kemudian menempati titik sesuai nomor yang didapat. Dalam operasionalnya, pengelolaan pasar takjil melibatkan sejumlah instansi. Penanganan sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Pedagang iuran Rp2 ribu per hari untuk biaya kebersihan.
Baca Juga: Pemerintah Kota Batu Siap Jalankan Pidana Kerja Sosial
Setelah pasar tutup sekitar pukul 18.30, sampah langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir. Penataan parkir dikoordinasikan bersama juru parkir resmi guna menjaga ketertiban lalu lintas. Setidaknya ada 9 juru parkir (jukir) yang bertugas di sana. Mereka berjaga di dua titik parkir yang berbeda. Yakni di area depan atau tepat di lapangan parkir koni bagian depan dan di belakang atau di area jalan kecil menuju Gor Gajahmada.
Aktivitas pedagang dimulai sejak pukul 14.00-15.00, sementara transaksi berlangsung sampai menjelang berbuka. Meski jumlah peserta berkurang, pasar takjil resmi Kota Batu tetap menjadi agenda tahunan. Namun tren penurunan ini menjadi sinyal berubahnya peta persaingan UMKM musiman selama Ramadan. (dia/dre)
Disunting kembali oleh Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian