BATU - Memasuki Ramadan, sejumlah destinasi wisata petik stroberi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji memangkas jam operasional. Dampaknya, jumlah kunjungan wisatawan turun hingga 70 persen dibanding hari normal.
Jika biasanya kebun stroberi buka pukul 07.00-17.00, selama Ramadan operasional dibatasi mulai pukul 08.00-15.00 saja. Pembatasan jam kunjung itu berdampak langsung pada penyusutan jumlah wisatawan.
Pada hari libur dalam kondisi normal, kunjungan bisa mencapai 400 orang per hari. Namun selama Ramadan, jumlahnya merosot tajam menjadi sekitar 50-100 orang per hari. Pemilik salah satu kebun wisata petik stroberi di Tulungrejo, Yeni, mengatakan penurunan dipengaruhi beberapa faktor.
Selain jam operasional yang lebih singkat, wisatawan juga tidak bisa mencicipi buah langsung di kebun karena sedang berpuasa. Faktor cuaca, terutama hujan pada sore hari, turut memengaruhi minat kunjungan. “Pengunjung berkurang sekitar 70 persen. Tetapi yang datang masih dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Yeni, pola kunjungan relatif tetap, yakni ramai pada pagi hari atau menjelang kebun tutup. Meski aktivitas wisata menurun, permintaan stroberi siap konsumsi justru relatif stabil.
Untuk menjaga pasokan, pihaknya mengelola kebun khusus budidaya stroberi yang difokuskan untuk produksi buah konsumsi, terpisah dari area wisata.
Salah satu pengunjung, Alfu Syifa, mengaku suasana kebun saat Ramadan lebih lengang sehingga nyaman untuk berfoto. Namun ia tetap menilai kunjungan di luar Ramadan lebih menyenangkan karena bisa mencicipi buah langsung. “Kalau Ramadan memang tidak bisa coba langsung. Tapi kebun lebih sepi dan pilihan buah lebih banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, wisata petik stroberi tetap bisa menjadi alternatif kegiatan menjelang berbuka puasa. Pengunjung bisa datang sekitar pukul 14.00, memetik buah, lalu melanjutkan berburu takjil setelah kebun tutup. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho