Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemkot Batu Alokasikan Rp 225 Juta untuk Insentif 125 Juru Pelihara Punden Demi Lestarikan Situs Budaya

Aditya Novrian • Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:50 WIB

 

LAYANI PENGUNJUNG: Jukir di Alun-Alun Kota Wisata Batu menarik karcis parkir secara manual pada 13 Januari lalu.
LAYANI PENGUNJUNG: Jukir di Alun-Alun Kota Wisata Batu menarik karcis parkir secara manual pada 13 Januari lalu.

BATU - Sebanyak 125 juru pelihara punden di Kota Batu akan menerima insentif dengan total anggaran mencapai Rp225 juta sepanjang tahun ini. Setiap juru pelihara memperoleh Rp150 ribu perbulan, dengan mekanisme penyaluran dilakukan secara triwulan. Program insentif tersebut telah berjalan rutin selama lima tahun terakhir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian situs budaya dan sejarah lokal.

Pemerintah Kota Batu menempatkan punden sebagai bagian penting dari identitas budaya yang perlu dijaga keberlanjutannya Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, besaran insentif mengalami peningkatan sejak pertama kali digulirkan pada 2022. Saat itu, juru pelihara menerima Rp100 ribu per bulan, kemudian naik menjadi Rp150 ribu per bulan pada 2023 dan bertahan hingga kini.

Alumnus Universitas Brawijaya (UB) itu mengatakan pendataan penerima insentif dilakukan setiap akhir tahun melalui usulan kepala desa dan lurah di masing-masing wilayah. Pemerintah daerah memberi keleluasaan kepada desa dan kelurahan untuk menentukan juru pelihara, baik mempertahankan personel lama maupun mengganti sesuai kebutuhan.

“Bisa orang yang sama seperti tahun sebelumnya atau berganti. Itu diserahkan kepada desa dan kelurahan,” jelasnya.

Selain insentif, para juru pelihara punden juga mendapat pembekalan dari pemerintah daerah. Materi pelatihan meliputi wawasan sejarah situs, nilainilai budaya lokal, hingga kemampuan
komunikasi publik. Pelatihan tersebut melibatkan praktisi pemandu wisata untuk memperkuat kapasitas juru pelihara sebagai sumber informasi bagi pengunjung.

Langkah itu dilakukan agar peran juru pelihara tidak  sebatas merawat fisik punden. Mereka juga diharapkan mampu menjadi penghubung edukasi budaya bagi masyarakat dan wisatawan. (dia/dre)

 

Disunting kembali oleh : Anna Tasya Enzelina

Editor : Aditya Novrian
#pemkot #juru pelihara