BATU - Penanganan medis korban kecelakaan truk rem blong yang dirawat di RS Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu masih berlangsung hingga kemarin (19/2). Dari lima korban yang dirujuk ke rumah sakit tersebut, dua pasien telah dipulangkan, dua lainnya masih menjalani perawatan intensif, dan satu korban meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan milik Polri itu.
Kasubbid Yanmeddokpol RS Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu, dr. Aulia Dewi Kusumawati SpEM, menjelaskan tim medis langsung melakukan triase sejak para korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Langkah itu dilakukan untuk menentukan prioritas penanganan sesuai tingkat keparahan masing-masing pasien. “Dari total pasien yang kami tangani, dua dengan luka ringan sudah diperbolehkan pulang semalam,” ujarnya.
Dua pasien yang telah dipulangkan yakni Frans Ricardo Pakpahan, 25, dan Syafa Adinda Yugatan Anggunia Susilo, 6. Meski diperbolehkan pulang, pihak rumah sakit tetap memberikan edukasi kepada keluarga terkait tanda-tanda kegawatdaruratan yang perlu diwaspadai selama masa pemulihan di rumah. Pasien diminta segera kembali ke IGD jika muncul keluhan lanjutan.
Sementara itu, dua korban lain masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan dokter spesialis. Salah satunya Zezen Ardianto, 42, yang harus menjalani tindakan operasi akibat luka robek cukup lebar di kepala. Tim dokter bedah melakukan pembedahan untuk mencegah risiko infeksi dan komplikasi lanjutan.
Fokus penanganan saat ini tertuju pada stabilisasi kondisi pascaoperasi agar proses penyembuhan jaringan berjalan optimal. Tim medis terus memantau perkembangan pasien secara berkala. Pasien lain, Lilik Yuliani, 42, juga masih dirawat intensif. Ia mengalami trauma serius setelah terlempar keluar dari kabin kendaraan. Benturan keras menyebabkan penurunan kesadaran sehingga harus diobservasi ketat oleh dokter spesialis bedah saraf.
Aulia menegaskan, standar perawatan yang diberikan setara dengan penanganan high care. Observasi ketat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gejala cedera kepala yang muncul tertunda pascainsiden. “Pemeriksaan CT scan kepala menunjukkan hasil cukup melegakan karena tidak ditemukan perdarahan atau luka dalam di otak,” katanya.
Hasil rontgen dada dan leher juga tidak menunjukkan patah tulang maupun cedera organ dalam. Meski hasil pemeriksaan awal relatif aman, pasien belum diperbolehkan pulang. Tim dokter masih memantau fungsi motorik dan sensorik untuk memastikan pemulihan berjalan normal. “Jika kondisi terus membaik, kemungkinan bisa dipulangkan segera,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Batu Nurochman menunjukkan respons cepat dengan mengunjungi para korban. Ia terlebih dahulu melayat ke rumah duka korban meninggal, Iwan Kurniawan, warga Desa Tlekung, lalu meninjau korban yang dirawat di RS Bhayangkara.
Menurutnya, pemerintah memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung dan santunan diberikan kepada keluarga. Korban meninggal yang tercatat sebagai perangkat lingkungan akan memperoleh santunan kematian serta hak perlindungan dari BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja sebagai korban kecelakaan lalu lintas. “Pemerintah memastikan biaya pengobatan dan santunan bagi korban tidak menjadi beban keluarga,” ujarnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho