BATU - Potensi cuaca ekstrem di Kota Batu diperkirakan masih berlanjut hingga sepekan ke depan. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, wilayah Batu masuk zona merah potensi cuaca ekstrem hingga 20 Februari mendatang.
Sebelumnya, peringatan dini cuaca ekstrem diproyeksikan berakhir pada 10 Februari. Namun, dinamika atmosfer membuat risiko hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, Kota Batu saat ini berada pada puncak musim hujan. Kondisi itu dipicu aktifnya Monsun Asia yang berinteraksi dengan gelombang atmosfer Low Frequency dan Gelombang Rossby di wilayah Jawa Timur.
“Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Dampaknya, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang meningkat,” ujarnya.
Menurut Taufiq, ancaman cuaca ekstrem di Kota Batu memiliki risiko lebih besar dibanding wilayah lain. Topografi pegunungan dengan lereng curam membuat wilayah ini rentan terhadap bencana hidrometeorologi saat curah hujan tinggi terjadi dalam durasi panjang.
Potensi bencana yang mengintai antara lain tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir bandang di aliran sungai yang berhulu di perbukitan. Sejumlah titik rawan seperti kawasan Klemuk dan Payung disebut perlu mendapat perhatian khusus.
Hujan lebat juga berpotensi menurunkan jarak pandang pengendara secara drastis. Jalan licin serta potensi dahan pohon patah menjadi risiko tambahan bagi pengguna jalan. “Kami mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan deras,” tegasnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah proteksi dini sebelum beraktivitas. Penggunaan pakaian hangat, masker, hingga perlengkapan pelindung disarankan untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca ekstrem.
Warga yang tinggal di lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan. Evakuasi mandiri perlu dipertimbangkan jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam tanpa jeda.
Taufiq menambahkan, BMKG terus berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkot Batu.
Peringatan dini cuaca berdurasi pendek, sekitar dua hingga tiga jam ke depan, rutin disebarkan melalui kanal digital sebagai langkah mitigasi. “Antisipasi dini menjadi kunci agar potensi bencana tidak berkembang menjadi kejadian yang merugikan,” pungkasnya. (ori/dre)
Disunting kembali oleh : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian