BATU - Harga bahan pangan strategis di Kota Batu mulai merangkak naik menjelang Ramadan sejak kemarin (5/2). Di Pasar Induk Among Tani, harga ayam potong tembus Rp40 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah melonjak jadi Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan dipicu kombinasi naiknya permintaan dan terganggunya pasokan akibat cuaca.
Pedagang memperkirakan tren kenaikan masih berlanjut hingga mendekati Lebaran seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Didik Suliyadi, pedagang ayam potong di Pasar Among Tani, mengatakan lonjakan harga merupakan pola tahunan. Permintaan meningkat tidak hanya untuk konsumsi harian, tapi juga untuk tradisi jelang puasa.
“Permintaan meningkat untuk kebutuhan rumah tangga maupun acara doa bersama dan kirim doa ke leluhur,” ujarnya. Menurut Didik, harga ayam bervariasi tergantung bagian yang dibeli. Ayam campur masih dijual sekitar Rp38 ribu per kilogram. Namun, untuk potongan tertentu seperti paha, harganya menyentuh Rp40 ribu per kilogram.
“Pada 3 Januari lalu harganya masih Rp36 ribu per kilogram. Sehari setelahnya naik menjadi Rp37 ribu, lalu sekarang sudah Rp38-40 ribu,” katanya. Ia memperkirakan harga ayam berpotensi terus naik atau setidaknya bertahan di level tinggi hingga Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan pembelian, Didik menambah stok dagangan. Setiap hari ia menyiapkan sekitar 100 ekor ayam atau setara dua kuintal daging ayam yang umumnya habis terjual dalam sehari. Pasokan ayam didatangkan dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit merah di pasar kini mencapai Rp75-80 ribu per kilogram. Kenaikannya hampir dua kali lipat dibandingkan harga normal beberapa pekan lalu. Zaini, petani sekaligus pengepul cabai, menyebut harga di tingkat petani sudah menyentuh Rp70 ribu per kilogram.
Selain lonjakan permintaan jelang Ramadan, cuaca ekstrem yang memicu gagal panen turut menekan pasokan. “Banyak petani yang produksinya turun karena hujan terus-menerus. Pasokan berkurang, sementara permintaan meningkat,” ujarnya.
Kenaikan sejumlah komoditas pangan ini menjadi sinyal awal tekanan inflasi musiman menjelang Ramadan. Jika pasokan tak segera stabil, harga diperkirakan tetap tinggi hingga mendekati Idulfitri. (dia/dre)
Editor : Aditya Novrian