Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemerintah Kota Batu Fokuskan Bimbingan Teknik Good Agricultural Practices Prei, Anggrek, dan Murbei

Fajar Andre Setiawan • Senin, 12 Januari 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi Good Agricultural Practices
Ilustrasi Good Agricultural Practices

BATU - Pemerintah Kota Batu kembali mengandalkan peningkatan kualitas sumber daya manusia petani sebagai strategi utama memperkuat sektor pertanian. Tahun ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) Good Agricultural Practices (GAP) yang difokuskan pada tiga komoditas bernilai ekonomi tinggi yakni bawang prei, anggrek, dan murbei.

Kepala Distan-KP Kota Batu Heru Yulianto mengatakan, bimtek GAP tersebut menjadi instrumen penting untuk mendorong petani menerapkan sistem budidaya yang terstandar, berkelanjutan, dan berorientasi pasar. Menurutnya, GAP bukan sekadar panduan teknis bercocok tanam, melainkan kerangka budidaya yang menekankan keamanan pangan.

Selain itu, GAP juga berorientasi pada kelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan petani. Melalui bimtek ini, petani akan dibekali pemahaman menyeluruh. Mulai dari pemilihan benih berkualitas, teknik penanaman, pengelolaan tanah dan air, penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak, hingga penanganan pascapanen.

Selain aspek teknis, petani juga akan diberikan pemahaman mengenai standar mutu hasil pertanian agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar secara lebih luas. Heru menjelaskan, pemilihan ketiga komoditas tersebut didasarkan pada potensi ekonomi dan arah pengembangan pertanian Kota Batu.

Bawang prei selama ini menjadi salah satu komoditas hortikultura andalan dengan permintaan pasar yang stabil. Anggrek dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang besar sebagai tanaman hias unggulan daerah, terlebih Kota Batu telah memiliki kawasan sentra budidaya anggrek yang mulai dikenal publik.

Sementara itu, murbei dipilih karena memiliki peluang pengembangan sebagai pakan ulat sutra sekaligus membuka ruang diversifikasi usaha pertanian berbasis nonpangan. “Ketiga komoditas ini memiliki prospek ekonomi yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas petaninya menjadi kunci,” tegasnya. (dia/dre)

Editor : Aditya Novrian
#bimtek #kota batu #gap #DistanKP Batu